
Bencana longsor dahsyat melanda wilayah timur laut Italia, menghancurkan tiga rumah dan menewaskan dua orang. Tim penyelamat, yang terdiri dari petugas pemadam kebakaran, menemukan kedua korban tewas pada Senin (17/11), setelah pencarian intens di bawah reruntuhan bangunan yang hancur.
Insiden tragis ini terjadi di Brazzano, sebuah daerah di Kota Cormons, Provinsi Gorizia. Menurut laporan dari AFP, longsor tersebut dipicu oleh curah hujan deras yang tak henti-hentinya. Hujan ekstrem ini mengubah tanah menjadi lautan lumpur yang meluap dan menyebar di jalanan, menyebabkan banjir lumpur yang merusak.
Proses evakuasi yang menegangkan mengungkapkan detail pilu mengenai penemuan korban. Pada Senin malam, seorang juru bicara dinas pemadam kebakaran nasional mengonfirmasi penemuan jenazah seorang perempuan. Penemuan ini menyusul ditemukannya korban hilang pertama, seorang pria, beberapa waktu sebelumnya di bawah puing-puing bangunan, menandai dimulainya identifikasi korban jiwa.
Laporan media setempat menyebutkan bahwa korban pertama yang ditemukan adalah seorang pria berusia 32 tahun berkewarganegaraan Jerman. Sementara itu, korban kedua diidentifikasi sebagai seorang perempuan berusia 83 tahun. Diduga, pria muda tersebut sedang mengunjungi perempuan lanjut usia itu ketika musibah longsor menerjang, menjebak keduanya di dalam rumah yang runtuh.
Wali kota Cormons, Roberto Felcaro, menegaskan bahwa bencana longsor ini murni disebabkan oleh hujan deras ekstrem. Ia menyebutkan, sekitar 260 milimeter air mengguyur wilayah tersebut hanya dalam waktu sekitar delapan jam. Akibatnya, terjadi kerusakan serius dan berbagai masalah signifikan di seluruh area, seperti yang disampaikannya dalam sebuah video di media sosial.
Beliau juga menggarisbawahi upaya besar yang dilakukan oleh berbagai pihak. “Ada kehadiran besar aparat penegak hukum, petugas pemadam kebakaran, dan badan perlindungan sipil yang bekerja tanpa lelah,” tambahnya, mengapresiasi dedikasi tim penyelamat dalam menghadapi situasi darurat ini.
Di tengah kabar duka, ada secercah harapan. Sebelum ditemukannya dua jenazah tersebut, tim penyelamat berhasil mengevakuasi seorang pria dari bawah reruntuhan rumah yang hancur. Pria itu ditemukan dalam keadaan selamat meskipun menderita patah kaki, dan segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis intensif.



