
Banjir yang menggenangi kawasan Jalan Gunung Sahari, Pademangan, Jakarta Utara, berangsur surut pada Selasa (13/1) siang.
Pantauan kumparan pada pukul 11.40 WIB, air masih tampak menggenang, tapi terus menunjukkan penurunan ketinggian. Dari sebelumnya 50-60 cm kini surut sekitar 15-20 cm.
Lalu lintas di lokasi terpantau padat, kendaraan bergerak perlahan karena masih ada sisa genangan di sejumlah titik.
Petugas Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Utara terlihat terus melakukan penanganan. Mereka mengerahkan sejumlah pompa untuk mempercepat penyedotan air.

Staf SDA Kecamatan Pademangan, Muhasan, mengatakan banjir terjadi akibat curah hujan tinggi serta adanya luapan air laut yang menyebabkan genangan sejak Senin (12/1).
“Jadi, terjadinya banjir yang ada di Gunung Sahari ini karena curah hujan yang terlalu besar. Terus, kemarin itu ada luapan air laut yang naik, akhirnya terjadilah genangan yang ada di Kecamatan Pademangan,” ujarnya.
Muhasan memaparkan, sejak kemarin Dinas SDA DKI Jakarta telah mengoperasikan 8 unit pompa mobile, namun karena ketinggian air sudah mulai rendah, pompa tersebut diganti dengan pompa apung agar penyedotan tetap optimal.
“Tapi hari ini nih, karena pompa mobile sudah tidak bisa menyedot lagi karena airnya sudah rendah, jadi hari ini kita ganti dengan pompa apung. Sekarang kita pakai dua pompa apung dan pompa kecil dua unit,” jelasnya.

Sebanyak 35 personel dikerahkan di lokasi untuk menangani banjir. Petugas tambahan juga didatangkan dari wilayah Jakarta Timur dan Selatan untuk memperkuat penanganan.
Sementara total personel SDA di Kecamatan Pademangan mencapai sekitar 70 orang dan tersebar di beberapa titik genangan lain seperti Lodan dan Ancol Timur.
Saat ini tinggi genangan di lokasi sekitar 20 sentimeter. Jika tidak ada hujan susulan, petugas optimistis banjir dapat segera surut sepenuhnya.
“Sekarang sudah berkurang ya, jadi sekitar 20 cm. Kalau tidak ada penambahan hujan, mudah-mudahan hari ini sudah surut,” kata Muhasan.
Meskipun berangsur surut, petugas masih siaga di lapangan memastikan proses penyedotan air berjalan maksimal hingga kondisi kembali normal.



