
caristyle.co.id JAKARTA. PT United Tractors Tbk (UNTR) menuntaskan pelaksanaan pembelian kembali saham alias buyback tanpa Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) sejak 14 Januari 2026.
Jika mengikuti jadwal, periode pembelian kembali saham oleh ASII akan berakhir pada 30 Januari 2026. Adapun program buyback saham sudah dilakukan UNTR sejak 3 November 2025.
Sekretaris Perusahaan United Tractors Ari Setiyawan menjelaskan selama periode buyback, UNTR telah membeli kembali sebanyak 68,51 juta saham dengan nilai mencapai Rp 1,99 triliun.
Berdasarkan total pembelian kembali saham tersebut, sisa dana yang disiapkan UNTR untuk menggelar aksi korporasi ini mencapai Rp 9,72 triliun dari anggaran Rp 2 triliun.
Menkeu Mau Tambah Layer Tarif Cukai, Saham Rokok Kompak Menghijau Hari Ini (15/1)
“Dengan mempertimbangan sisa dana pembelian kembali saham tersebut, UNTR memutuskan untuk menghentikan pelaksanaan buyback terhitung sejak 14 Januari 2026,” tulis Aris dalam keterbukaan informasi, Kamis (15/1/2026).
Adapun UNTR mengalokasikan dana maksimal Rp 2 triliun. Namun anggaran tersebut tidak termasuk biaya perantara perdagangan efek dan biaya lain yang berkaitan dengan program buyback.
Buyback saham akan dilakukan dengan dua ketentuan, pertama jumlah saham yang akan dibeli kembali tidak melebihi 20% dan jumlah saham free float setelah pelaksanaan buyback paling sedikit 7,5%.
Ari menegaskan menghentikan periode buyback saham ini tidak memiliki dampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan atau kelangsungan usaha UNTR.
Induk usaha UNTR, yakni PT Astra International Tbk (ASII) juga mempercepat penutupan periode buyback saham. ASII resmi menghentikan aksi korporasi ini sejak sesi kedua perdagangan 13 Januari 2026.
UNTR Chart by TradingView
Alasannya, dana yang dialokasikan untuk program ini sudah terpenuhi secara maksimum. Di mana, ASII mengalokasikan dana maksimal Rp 2 triliun untuk buyback saham.
Selama periode buyback saham yakni sejak 3 November 2025, ASII telah melakukan pembelian kembali saham sebanyak 305,21 juta saham dengan nilai keseluruhan Rp 1,99 triliun.



