
TNI Angkatan Darat (AD) telah menyelesaikan pembangunan Jembatan Gantung Lo Pasir di atas Sungai Lo Pasir, Desa Karanggayem, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Jembatan ini merupakan bagian dari program Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan untuk memperkuat infrastruktur dasar dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah pedesaan.
Berdasarkan video yang diterima dari Badan Komunikasi Pemerintah, terlihat jembatan berwarna hijau tersebut membentang kokoh dengan panjang 50 meter dan lebar 1,2 meter.
Untuk menjamin keselamatan penggunanya, jembatan ini dilengkapi dengan pagar pengaman setinggi satu meter berbahan kawat harmonika.
Sejak selesai dibangun, Jembatan Lo Pasir langsung dimanfaatkan oleh warga untuk mendukung berbagai aktivitas ekonomi sehari-hari. Masyarakat terlihat sibuk hilir-mudik mengangkut hasil pertanian dan barang dagangan.
Bahkan, jembatan ini kini sudah dapat dilalui oleh kendaraan roda dua, yang semakin memperlancar mobilitas warga setempat.
Pembangunan jembatan ini berawal dari aspirasi masyarakat Desa Karanggayem yang sudah lama menginginkan adanya akses penyebrangan di Sungai Lo Pasir.
Keinginan ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan jalur yang lebih singkat dan aman untuk mendukung aktivitas pendidikan, perekonomian, serta akses terhadap layanan sosial.
Aspirasi tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh prajurit TNI Angkatan Darat yang bertugas di wilayah tersebut. Melalui kerja sama antara TNI, perangkat desa, dan berbagai elemen masyarakat, pembangunan jembatan dimulai pada akhir 2025.
Berkat semangat gotong royong dan kerjasama semua pihak, jembatan ini berhasil diselesaikan pada awal 2026 dan langsung dapat digunakan.
Saat ini, Jembatan Gantung Lo Pasir menjadi jalur konektivitas penting bagi sekitar 25 kepala keluarga di Desa Karanggayem dan sekaligus menjadi akses vital menuju SD Negeri 1 Karanggayam, SMP Negeri 2 Lumbir, serta SMK Bunda Satria Wangon.
Pembangunan jembatan ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam mendengarkan dan merespons kebutuhan masyarakat di tingkat akar rumput.
Hal ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto bahwa pembangunan harus berpihak pada rakyat, dimulai dari pinggiran, dan memberikan dampak positif yang nyata bagi kehidupan sehari-hari masyarakat.



