
Menteri Luar Negeri Sugiono menjelaskan perihal Board of Peace (BoP) bentukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Indonesia menjadi salah satu dari sejumlah negara yang memutuskan bergabung dengan BoP.
Peluncuran BoP secara resmi dilangsungkan di sela World Economic Forum (WEF) yang digelar di Davos, Swiss, Kamis (22/1). Presiden Prabowo Subianto turut menandatangani piagam organisasi bentukan Trump tersebut.
Dalam keterangan video yang diterima kumparan pada Jumat (23/1), Sugiono menyebut, Indonesia bergabung dengan BoP karena mendapat undangan langsung dari Trump. Menurut pria yang juga menjabat Sekretaris Jenderal Partai Gerindra itu, pembentukan BoP merupakan langkah konkret untuk membantu penyelesaian konflik Gaza dan Palestina.
“Board of Peace sendiri berfungsi untuk pengawasan, administrasi, kemudian stabilisasi keamanan, serta rekonstruksi dan rehabilitasi Gaza. Semua itu akan dilakukan secara bertahap,” ujar Sugiono.
“Di samping itu, Board of Peace juga merupakan sebuah badan yang mengawasi semacam pemerintahan transisi di Palestina, yang terdiri dari unsur-unsur teknokrat untuk menjalankan fungsi-fungsi administrasi di Gaza,” lanjutnya.

Sugiono menambahkan, partisipasi Indonesia merupakan wujud langkah strategis, konstruktif, dan konkret dalam mendukung kemerdekaan Palestina melalui solusi dua negara.
“Sekali lagi, bagi kita solusi dua negara yang nyata itu harus terwujud. Kemerdekaan Palestina serta pengakuan terhadap kedaulatan Palestina merupakan sesuatu yang selama ini terus kita perjuangkan. Board of Peace ini menjadi salah satu alternatif konkret yang saat ini bisa kita harapkan untuk mencapai tujuan tersebut,” kata Sugiono.
“Kehadiran Indonesia di dalamnya tentu merupakan bentuk pengakuan dunia internasional terhadap diplomasi Indonesia, posisi Indonesia, serta pandangan-pandangan Indonesia mengenai perdamaian dunia pada umumnya dan perdamaian di kawasan tersebut pada khususnya,” pungkasnya.




