
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya, menyampaikan bahwa warga terdampak bencana tanah longsor di Kabupaten Bandung Barat akan mendapatkan insentif untuk hunian sementara selama kurang lebih dua bulan.
Hal tersebut disampaikan Bima Arya saat meninjau lokasi pengungsian korban longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (24/1).
“Tapi kami mengapresiasi langkah cepat Pak Gubernur mengambil inisiatif, karena ini warga ini kan ada dua kategori . Ada yang terdampak langsung, yang rumahnya tertimbun, dan ada yang rumahnya masih ada. Pak Gubernur mengambil langkah cepat supaya tidak apa namanya… ada pengungsian di sini, mereka diberikan insentif begitu ya untuk hunian sementara selama dua bulan kira-kira,” kata Bima Arya.

Ia menjelaskan, pemerintah daerah akan segera mencarikan hunian sementara bagi warga terdampak untuk masa transisi sebelum ditentukan langkah lanjutan.
“Sehingga tadi saya sampaikan bahwa mereka akan sesegera mungkin mencari hunian sementara itu selama dua bulan, sebelum nanti diambil apa langkah-langkah selanjutnya. Tapi kami akan memastikan berkoordinasi terus dengan Pak Bupati apabila memang masih ada warga yang belum mendapatkan hunian sementara, tentu kita tampung tetap di lokasi ini dan apabila ada kebutuhan-kebutuhan logistik, obat-obatan, dan lain-lain,” ujarnya.
Selain penanganan pengungsi, Bima Arya juga menekankan pentingnya antisipasi cuaca demi kelancaran proses evakuasi korban yang masih hilang

“Yang kedua, memang harus diantisipasi cuaca. Saat ini kami mendapatkan laporan dari Pak Gubernur bahwa modifikasi cuaca akan dilakukan, berpusat di daerah ini agar cuacanya kondusif untuk dilakukan evakuasi warga yang masih belum ditemukan,” katanya.
Diketahui, bencana tanah longsor menerjang lereng Gunung Burangrang, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, pada Sabtu (24/1) dini hari. Longsor diduga dipicu hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak dini hari.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat mencatat sedikitnya 30 unit rumah terdampak, dengan satu rumah mengalami rusak berat. Peristiwa ini menyebabkan 10 orang meninggal dunia.
Selain itu, hingga kini petugas gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap 82 warga yang dilaporkan hilang. BPBD juga melaporkan sekitar 400 warga telah dievakuasi ke lokasi pengungsian.


