Kata ayah Lula Lahfah soal ART dengar anaknya mengerang kesakitan

Posted on

Ayahanda mendiang Lula Lahfah, Muhammad Feroz, menanggapi mengenai asisten rumah tangga (ART) Lula yang sempat mendengar suara erangan kesakitan dari dalam kamar sang anak beberapa jam sebelum meninggal dunia.

Lula Lahfah ditemukan meninggal dunia di apartemen pribadinya di kawasan Dharmawangsa, Jakarta Selatan.

Menurut Feroz, yang mengetahui hal itu adalah orang-orang yang ada di sekitar Lula Lahfah.

“Enggak, beneran aku enggak tahu. Itu kan mungkin yang membantu (ART) dia itu ya (setelah menemukan jenazah),” kata Feroz di kawasan Cakung, Jakarta Timur, belum lama ini.

Ayah Lula Lahfah soal Penyelidikan Terkait Meninggalnya Sang Anak

Feroz mengatakan, ia mengetahui bahwa jenazah Lula ditemukan oleh ART-nya dibantu oleh pihak keamanan apartemen.

“Cuma pembantu sama manajemen apartemen aja yang buka pintu. Asisten dia juga ada pas di situ dengar teriakan pembantu itu. Jadi kaget semua lah,” tutur Feroz.

Feroz mengaku bahwa dirinya maupun sang istri belum memantau proses penyelidikan yang dilakukan oleh kepolisian terkait meninggalnya Lula. Ia hanya mengetahui mengenai penyebab meninggalnya sang buah hati.

“Belum, cuma yang pertama aja itu (soal sakit),” ucap Feroz.

Di sisi lain, Feroz mengungkapkan bahwa Lula merupakan sosok pekerja keras. Meski tidak mengetahui pasti pekerjaan apa saja yang dijalani Lula, Feroz selalu mendukung sang buah hati.

“Memang benar dia pekerja keras. Dia jalan begitu aja tanpa kita suruh. Kita sendiri juga enggak tahu apa yang dia kerjain selama ini. Dia pokoknya bilang ada job, ada job, ada job,” ucap Feroz.

“Alhamdulillah banyak temannya yang baguslah, yang dukung dia juga, sampai dia bisa seperti saat ini,” pungkasnya.

Jenazah Lula ditemukan sudah tak bernyawa di kamarnya, Jumat (23/1) malam. Menurut hasil identifikasi awal, polisi menduga Lula meninggal karena sakit yang ia derita, merujuk pada obat-obatan dan surat rawat jalan yang ditemukan di apartemen Lula.

Pada Sabtu (24/1), jenazah Lula dimakamkan di TPU Rawa Terate Cakung, Jakarta Timur dengan dihadiri keluarga dan kerabat terdekat dari mendiang Lula.

Berdasarkan pendalaman sementara, polisi menemukan riwayat penyakit yang cukup serius pada diri Lula. Tidak ada tanda kekerasan. Polisi terus menyelidiki seputar kematian Lula.

Polisi juga telah meminta keterangan kekasih Lula, Reza Arap. Hal ini disampaikan oleh Wakasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Dwi Manggala Yudha.

Dwi mengatakan bahwa Arap diperiksa selama lebih dari 4 jam di Polres Metro Jakarta Selatan. Arap ditanya 30 pertanyaan terkait meninggalnya Lula. Namun, Dwi belum menjelaskan lebih lanjut terkait pemeriksaan terhadap Arap.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *