Tekanan MSCI seret IHSG, asing net sell Rp6,17 triliun

Posted on

caristyle.co.id , JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambles pada perdagangan hari ini, Rabu (28/1/2026) usai adanya pengumuman MSCI. Investor asing melakukan aksi jual bersih hingga mencapai Rp6,17 triliun.

Melansir data RTI Infokom, investor asing hari ini mencetak aksi penjualan bersih sebesar Rp6,17 triliun di seluruh pasar. Saham-saham seperti BBCA, BMRI, hingga BBRI menjadi saham-saham yang paling banyak dilepas investor asing hari ini.

Berdasarkan data Mandiri Sekuritas, saham bank milik Grup Djarum, PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) menjadi saham yang paling banyak dilepas investor asing hari ini, dengan nilai Rp4,1 triliun. Saham BBCA diperdagangkan pada rentang harga Rp6.925-Rp7.400 per saham. Kapitalisasi pasar BBCA turun menjadi Rp857 triliun.

: IHSG Ambrol Imbas MSCI, Kemenkeu Ungkap Peluang Investor Lari ke SBN

Saham selanjutnya yang juga banyak dilepas asing hari ini adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI). Investor asing melepas sebanyak Rp1,27 triliun saham BMRI hari ini.

Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) juga menjadi target jual investor asing hari ini. Sebanyak Rp1,1 triliun saham BBRI dilepas investor asing hari ini.

: : Jejak Trading Halt IHSG di Era Pemerintahan Prabowo Subianto

Selain itu, saham-saham yang juga banyak dilepas investor asing hari ini adalah saham TLKM dengan net sell Rp546 miliar, ANTM dengan net sell Rp314 miliar, dan BRMS dengan nilai net sell Rp108 miliar.

Lalu saham EMAS dengan net sell sebesar Rp94,4 miliar, ICBP sebesar Rp93 miliar, TINS sebesar Rp69 miliar, dan DSSA sebesar Rp60 miliar.

: : IHSG Ambrol Imbas MSCI, Risiko Tekanan Jangka Panjang Membayangi

Di sisi lain, sejumlah saham menjadi incaran investor asing hari ini saat IHSG ambles. Saham-saham tersebut seperti MDKA dengan nilai net buy Rp204 miliar, ADRO dengan nilai beli bersih Rp183 miliar, dan AMMN dengan net buy sebesar Rp176 miliar.

Lalu saham EXCL dengan net buy sebesar Rp165 miliar, INDF sebesar Rp127 miliar, MBMA sebesar Rp127 miliar, dan ASII dengan net buy Rp101 miliar.

Selain itu, ada saham WIFI yang juga mengalami net buy investor asing sebesar Rp83 miliar, MORA sebesar Rp72 miliar, dan NCKL senilai Rp68 miliar.

Sebagaimana diketahui, IHSG ambruk pada perdagangan hari ini. Berdasarkan data RTI Business, IHSG melemah 7,35% ke level 8.320,55 pada perdagangan hari ini, Rabu (28/1/2026). Pada pukul 13.40 WIB, IHSG bahkan terkoreksi 8% atau turun 718,44 poin.

Koreksi tajam tersebut mendorong BEI melakukan pembekuan sementara perdagangan sistem perdagangan pada pukul 13:43:00 waktu Jakarta Automated Trading System (JATS).

Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas menjelaskan Indeks IHSG hari ini melemah terseret sentimen dari panic selling, setelah MSCI Global Standard Indexes mengumumkan melakukan pembekuan sementara kenaikan bobot dan penambahan saham Indonesia dalam indeks global.

MSCI juga menyampaikan sinyal peringatan kepada otoritas pasar modal Indonesia untuk segera melakukan pembenahan sistem pelaporan, terutama terkait ketidakjelasan struktur kepemilikan dan potensi indikasi perdagangan semu. 

Apabila perbaikan transparansi tidak terealisasi hingga Mei 2026, Indonesia menghadapi dua risiko utama, yaitu pemangkasan bobot (weighting reduction) Indonesia dalam indeks MSCI Emerging Markets, yang berpotensi memicu arus keluar dana asing lebih lanjut dan risiko yang lebih ekstrem berupa penurunan klasifikasi dari pasar berkembang (emerging market) menjadi frontier market.

Menurut Pilarmas Investindo Sekuritas, hal ini menjadi sebuah peringatan untuk otoritas pasar modal Indonesia.

Sebagai informasi, MSCI adalah perusahaan riset investasi global yang menyediakan indeks saham, data, dan alat analisis portofolio yang menjadi acuan utama bagi manajer investasi dan investor di seluruh dunia. Sementara itu, Indeks MSCI adalah indeks yang diluncurkan oleh MSCI, untuk mencerminkan pergerakan harga saham pada berbagai kategori yang dibentuk.

_____

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *