
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto merespons anjloknya IHSG yang menyebabkan trading halt sempat dilakukan dua kali serta turunnya pemeringkatan saham Indonesia. Menurutnya, momen ini akan dimanfaatkan untuk memperbaiki regulasi pasar modal.
Sebelumnya, Bank investasi asal Amerika Serikat (AS), Goldman Sachs Group Inc., menurunkan peringkat saham Indonesia menjadi underweight. Alasannya karena kekhawatiran Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait aspek kelayakan investasi (investability) yang berpotensi memicu arus keluar dana lebih dari USD 13 miliar.
“Pada prinsipnya momentum ini digunakan untuk me-reform regulasi daripada pasar modal dan kita melihat best practice. Jadi kita ikuti saja karena itu sudah ada jadwalnya sudah ada pembicaraan dengan MSCI sebelumnya,” kata Airlangga ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat pada Kamis (29/1).
Terkait pembenahan regulasi pasar saham, Airlangga juga menyebut akan meminta dan mengkoordinasikan hal itu dengan Bursa Efek Indonesia (BEI).

“Ya tentu kita harus terus melakukan reform terhadap regulasi di pasar modal. Makanya kan tadi saya bilang, kita akan meminta untuk bursa kita melakukan reform mengenai regulasi. Detailnya nanti OJK akan menjelaskan,” ujarnya.
Sebelumnya juga ada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan CEO Danantara Rosan Roeslani yang meninggalkan lokasi terlebih dahulu.
Pada perdagangan sesi I, IHSG ditutup turun 5,91 persen ke 7.828,47. BEI juga kembali memberlakukan trading halt karena IHSG anjlok 8 persen tak lama setelah pembukaan perdagangan pagi ini.
Sementara indeks LQ45 ditutup turun 5,21 persen ke 770,205. Sebanyak 65 saham naik, 720 saham turun, dan 22 saham stagnan. Frekuensi saham ditransaksikan sebanyak 2,55 juta kali dengan total volume perdagangan sebanyak 42,9 miliar saham senilai Rp 32,7 triliun.



