Pasar Volatil Usai Sentimen MSCI, Ini Jurus Simpan Asset Managemen Redam Drawdown

Posted on

caristyle.co.id – JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat terkoreksi tajam akibat sentimen MSCI yang memicu gejolak di pasar saham domestik. Kondisi ini kembali menegaskan tingginya volatilitas pasar dan pentingnya strategi pengelolaan portofolio yang adaptif.

Manajer investasi PT Simpan Asset Management menilai, koreksi IHSG tersebut menjadi pengingat bahwa alokasi portofolio tidak dapat dikelola secara statis, terutama di tengah dinamika pasar global yang terus berubah. Dalam situasi pasar yang penuh tekanan, pendekatan pengelolaan aktif dinilai lebih relevan untuk meredam risiko penurunan.

Co-Founder Simpan Asset Management Nicholas Hilman mengatakan, volatilitas yang tinggi kerap mendorong investor mengambil keputusan emosional yang justru memperbesar risiko. “Dalam kondisi pasar seperti ini, pengelolaan portofolio berbasis analisis dan disiplin menjadi krusial agar investor tidak terjebak pada reaksi jangka pendek,” ujarnya dalam keterangan resmi, Juamt (30/1/2026).

BEI Akan Umumkan Nama Pjs Dirut pada Hari Senin (2/2)

Nicholas menerangkan, pihaknya menerapkan strategi Actively Managed Portfolio dengan pendekatan tactical asset allocation. Alokasi investasi dapat disesuaikan secara berkala antara reksadana saham, obligasi, dan pasar uang. Penyesuaian tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi pasar, faktor makroekonomi, serta hasil riset internal.

Menurut Nicholas, strategi ini dilakukan pada dua lapis pengelolaan. Pertama, penyesuaian proporsi antar kelas aset dalam portofolio. Kedua, pengelolaan aset di dalam masing-masing reksadana. Dengan pendekatan tersebut, porsi aset defensif seperti obligasi atau pasar uang dapat ditingkatkan pada periode tertentu guna mengurangi tekanan terhadap kinerja portofolio.

Hasil riset dan backtesting internal Simpan menunjukkan bahwa pengelolaan portofolio secara aktif berpotensi memberikan hasil yang lebih optimal dibandingkan strategi alokasi statis dalam berbagai siklus pasar. Meski demikian, Simpan menegaskan bahwa kinerja historis tidak menjamin hasil di masa depan dan setiap keputusan investasi tetap mengandung risiko.

Ke depan, Simpan Asset Management melihat peran manajer investasi tidak hanya berfokus pada imbal hasil, tetapi juga pada upaya mengelola risiko penurunan (drawdown) agar investor dapat tetap konsisten dengan tujuan investasi jangka panjangnya.

“Pasar akan selalu mengalami fase naik dan turun. Yang membedakan hasil investasi adalah bagaimana portofolio dikelola sepanjang siklus tersebut,” kata Nicholas.

BEI dan OJK Bakal Ketemu MSCI Secara Daring pada Senin (2/2)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *