Ringkasan Berita:
- Adik Keisya Levronka, Lexi Valleno Havlenda, jatuh dari lantai enam gedung kampus saat mengikuti latihan caving (susur gua) yang diselenggarakan organisasi pecinta alam.
- Akibat kecelakaan tersebut, Lexi mengalami tulang ekor remuk, trauma ginjal hingga bergeser, paru-paru terendam cairan, serta sobekan pada organ hati.
- Ibunda Keisya menilai penanganan awal pascakejadian tidak sesuai prosedur medis, karena korban tidak segera dibawa dengan ambulans, melainkan kendaraan umum.
caristyle.co.id – Detik-detik adik Keisya Levronka jatuh dari lantai 6 gedung kampus.
kabar pilu datang dari keluarga musisi Keisya Levronka.
Adik laki-laki Keisya Levronka baru saja mengalami kecelakaan saat berada di kampus.
Adik laki-laki Keisya Levronka yang bernama Lexi Valleno Havlenda tersebut jatuh dari lantai 6 kampus Universitas Tarumanegara (Untar), Jakarta Barat.
Masalah ini kembali mencuat dan menjadi sorotan publik setelah sang ibu, Levi Leonita Davies memutuskan angkat bicara melalui media sosial.
Lexi mengalami cedera berat yang berdampak panjang.
Melalui unggahan Instagram Story pada Sabtu, 31 Januari 2026, Levi merinci kondisi medis putranya yang hingga kini masih menjalani perawatan intensif.
Beberapa cedera serius dialami Lexi yakni :
- Tulang ekor remuk hingga harus dipasangi pen.
- Trauma ginjal yang sempat bergeser dan tidak berfungsi.
- Paru-paru terendam cairan darah, serta sobekan pada organ hati.
“Selama satu tahun harus memakai kateter ke mana-mana.
Selama satu tahun pula aktivitasLexi harus menggunakan kursi roda, bertahap pakai tongkat,” ungkap Levi.

“Sampai sekarang harus menggunakan kasur dekubitus untuk kenyamanan tulang ekornya,” terusnya.
Menurut penuturan Levi, peristiwa nahas itu terjadi pada April 2023. Saat itu, Lexi tengah mengikuti kegiatan latihan caving atau susur gua.
Latihan itu diselenggarakan oleh organisasi Mahasiswa Hukum Pecinta Alam (Mapala) di area kampus Untar.
Ia menjelaskan bahwa kecelakaan terjadi ketika pengait pengaman yang digunakan korban terlepas.
“Singkat cerita pada hari itu juga ananda terjatuh dari lantai enam gedung kampus dikarenakan pengaitnya terlepas,” ungkap Levi.
Tak berhenti di situ, Levi juga menyoroti proses penanganan awal yang dinilai tidak sesuai dengan prosedur medis darurat.
“Bayangkan anak saya yang jatuh dari lantai enam gedung kampus dibopong lalu didudukkan di kursi roda dan didorong ke kendaraan (taksi online) dan ditidurkan lagi di taksi online,” tulis Levi.
Ia pun mempertanyakan alasan tidak dipanggilnya ambulans, padahal waktu tunggu dinilai tidak jauh berbeda.
Upaya
Levi mengungkapkan kekecewaannya terhadap pihak kampus dan organisasi mahasiswa terkait yang dinilai tidak menunjukkan tanggung jawab atas insiden yang terjadi hampir dua tahun lalu tersebut.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, ia menyebut keluarganya telah terlalu lama bersabar menunggu kejelasan.
“Sepertinya memang harus melalui sosial media ya untuk berkomunikasi dengan kalian,” kata Levi Leonita dikutip Tribunnews.com, Minggu (1/2/2026).
“Mengingat sudah dua tahun berlalu begitu saja tanpa penyelesaian pasti dan kesulitan berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait,” lanjutnya.
Upaya keluarga untuk menuntut pertanggungjawaban terus berlanjut. Pada Sabtu, 31 Januari 2026, Keisya Levronka bersama kekasihnya, Nyoman Paul, terlihat turut mendampingi Levi dalam pertemuan dengan pihak kampus Untar.
Dalam foto yang diunggah Levi, Keisya dan Paul tampak berada di ruang tunggu sebuah kantor di lingkungan kampus.
“Team support ini ikut pertemuan hari ini,” tulis Levi sebagai keterangan.
Hingga berita ini diturunkan, perhatian publik di media sosial terus mengalir dan belum ada klarifikasi dari pihak kampus terkait.
(Tribunnewsmaker.com/TribunnewsBogor.com)



