Kementerian Kehakiman Amerika Serikat merilis jutaan dokumen terbaru terkait Jeffrey Epstein, pada 30 Januari lalu. Jeffrey adalah terpidana kekerasan seksual terhadap perempuan di bawah umur. Dia bunuh diri pada 2019.
Jumlah dokumen yang dirilis pada pekan terakhir Januari lalu itu merupakan yang terbesar yang pernah dipublikasikan pemerintah AS sejak pengesahan undang-undang tentang transparansi berkas Epstein disahkan oleh Kongres November 2025.
Rilis terbaru, Jumat (30/01), mencakup tiga juta halaman dengan 180.000 foto dan 2.000 video. Nama figur publik seperti Donald Trump, Elon Musk, mantan pangeran Kerajaan Bersatu Andrew Mountbatten-Windsor disebut berulang kali dalam berbagai berkas ini.
Pencarian dengan kata kunci Indonesia di katalog dokumen Epstein menemukan 902 berkas, yang memuat sejumlah figur publik seperti pejabat dan pengusaha Indonesia.
Namun tidak seperti kontroversi yang mencuat di AS, Inggris, dan sejumlah negara lain, nama-nama orang Indonesia dalam berkas Epstein tak menimbulkan polemik. Sejauh ini belum ada temuan bahwa orang-orang Indonesia yang namanya ada di katalog itu memiliki hubungan langsung dengan Epstein.
Keberadaan nama orang Indonesia di berkas itu tidak serta merta menunjukkan mereka terlibat kejahatan, menurut dosen ilmu pidana di Universitas Gadjah Mada, Muhammad Fatahillah Akbar.
“Kalau misalkan tidak ada disebut dan tidak ada kaitan dengan suatu perbuatan yang melawan hukum, secara umum ya tidak ada permasalahan. Jadi itu hanya sebagai informasi yang terbuka saja untuk publik menurut undang-undang di AS,” kata Akbar kepada BBC News Indonesia.
Di Inggris, rilis berkas Epstein terbaru memojokkan mantan Duta Besar Inggris untuk AS, Peter Mandelson.
Mandelson telah mengundurkan diri dari Partai Buruh karena tidak ingin “menyebabkan rasa malu berkepanjangan”. Keputusan yang diambil Mandelson adalah imbas dari hubungannya dengan Jeffrey Epstein.
“Akhir pekan ini, saya makin dikaitkan dengan kegemparan yang bisa dipahami seputar Jeffrey Epstein. Saya merasa menyesal dan minta maaf atas hal ini,” kata Mandelson dalam suratnya kepada Sekretaris Jenderal Partai Buruh pada 1 Februari lalu.
“Saya ingin memanfaatkan kesempatan ini untuk mengulangi permintaan maaf saya kepada para perempuan dan anak perempuan yang suaranya seharusnya sudah didengar sejak lama.
“Saya telah mengabdikan hidup saya untuk nilai-nilai dan kesuksesan Partai Buruh, dan dengan mengambil keputusan mundur ini, saya yakin saya bertindak demi kepentingan terbaik partai,” tulisnya.

Publikasi berkas Epstein terbaru dilakukan enam minggu setelah Kementerian Hukum AS melewati tenggat kewajiban mengunggah dokumen itu ke publik.
“Publikasi hari ini menandai akhir dari proses identifikasi dan tinjauan dokumen yang sangat komprehensif untuk memastikan kepatuhan dan transparansi bagi masyarakyat AS,” kata Wakil Jaksa Agung AS, Todd Blanche.
Selain nama-nama pesohor yang pernah tersiar dalam publikasi sebelumnya, jutaan halaman terbaru itu juga memuat rincian tentang masa tahanan Jeffrey Epstein, laporan psikologis, dan kematiannya saat berada di penjara.
Ada juga catatan penyelidikan terkait Ghislaine Maxwell, rekan Epstein yang dihukum karena membantu Epstein dalam perdagangan perempuan di bawah umur.
Surat elektronik antara Epstein dan tokoh-tokoh terkemuka juga ada dalam berkas dokumen yang dirilis ini.
Banyak dari email dan dokumen itu dibuat dari satu dekade lalu. Berbagai berkas itu menggambarkan hubungan Epstein dengan berbagai figur di tengah masalah hukumnya.
Epstein dihukum pada 2008 di Florida karena meminta hubungan seksual dengan seorang perempuan berusia 14 tahun.
Kala itu, Epstein mendapat vonis ringan setelah melakukan kesepakatan pembelaan yang kontroversial dengan jaksa penuntut.
Dia tewas pada Agustus 2019 saat ditahan atas tuduhan dalam kasus perdagangan seks yang meluas.
Kontroversi di Kerajaan Bersatu
Keputusan mantan Duta Besar Inggris untuk AS, Peter Mandelson, untuk mundur dari Partai Buruh terjadi dua hari setelah publikasi berkas-berkas Epstein yang terbaru.
Mandelson sebelumnya diberhentikan dari jabatan duta besar pada September 2025. Merujuk berkas terbaru, Mandelson tampak memberikan dukungan pada Epstein.
Dalam berbagai dokumen itu Epstein tercatat memberi uang sebesar US$75.000 atau setara Rp1,2 miliar kepada Mandelson, dalam tiga transaksi terpisah, pada periode 2003-2004.
Namun Mandelson menyangkal dan berkata bahwa dia tidak memiliki catatan atau ingatan mengenai pemberian uang tersebut.
“Tuduhan yang menurut saya tidak benar bahwa dia melakukan pembayaran finansial kepada saya 20 tahun yang lalu. Saya perlu selidiki lagi,” ujar Mandelson. Dia juga meragukan keaslian berkas Epstein yang dirilis pemerintah AS.
“Sambil melakukan ini, saya tidak ingin menimbulkan rasa malu yang berkepanjangan bagi Partai Buruh, dan oleh karena itu saya mundur dari keanggotaan partai,” ujarnya.

Selain transaksi keuangan, berkas Epstein menunjukkan pula bahwa Mandelson pernah meminta untuk menginap di salah satu properti milik Epstein. Temuan ini mengacu pada sejumlah email tertanggal 16 Juni 2009.
Pada tanggal itu, Epstein sedang menjalani hukuman penjara karena terlibat prostitusi terhadap seseorang di bawah usia 18 tahun. Sepanjang masa hukumannya saat itu, Epstein masih diizinkan bekerja dari kantornya pada siang hari dan kembali ke penjara setiap malam.
Mandelson menyesali persahabatannya dengan Epstein. Ia mengatakan tidak pernah melihat tindakan salah saat bersama Epstein dan “tertipu oleh kebohongannya”.
Nama pesohor lain dari Sarah Ferguson hingga Richard Branson
Selain Mandelson, nema-nama dari kalangan elite di Kerajaan Bersatu banyak tercatat dalam berkas Epstein.
Sosok lain yang kembali disebut adalah Andrew Mountbatten-Windsor. Sebagian dokumen mencakup email antara Epstein dan seseorang bernama “The Duke” yang diyakini sebagai inisial bagi Andrew.
Salah satu email membahas makan malam di Istana Buckingham yang “ada banyak privasi”.
Pesan lain dari Epstein berisi tawaran untuk memperkenalkan “The Duke” kepada seorang perempuan Rusia berusia 26 tahun.
Berbagai email tersebut ditandatangani dengan inisial ‘A’ dan tanda tangan yang seperti berbunyi “HRH Duke of York KG”.
Sejumlah surat elektronik itu dikirim pada Agustus 2010, dua tahun setelah Epstein mengaku bersalah atas tuduhan merekrut anak di bawah umur.

Dalam rilis berkas terbaru, terdapat juga foto yang menunjukkan sang mantan pangeran berlutut di atas seorang perempuan yang terbaring di lantai.
Email lain bertanggal Februari 2011. Bukti ini meragukan klaim Andrew yang menyebut dirinya telah putus kontak dengan Epstein pada tahun sebelumnya.
Andrew telah menghadapi pengawasan bertahun-tahun terkait persahabatannya dengan Epstein di masa lalu
BBC telah menghubungi Andrew, yang sebelumnya dikenal sebagai Duke of York, untuk tanggapan. Ia berulang kali membantah adanya pelanggaran.
Beberapa email dalam rilis terbaru juga diduga terjadi antara Epstein dan Sarah Ferguson, mantan istri Andrew.
Salah satu email tertanggal 4 April 2009, ditandatangani “Love, Sarah, The red Head.!!”
Email tersebut mengabarkan Sarah Ferguson akan berada di Palm Beach dan ingin minum teh.
Email tersebut juga membahas ide-ide untuk perusahaan Sarah, Mother’s Army. Mantan Duchess of York ini memanggil Epstein dalam surat elektronik itu: “My dear spectacular and special friend Jeffrey“.
Sarah juga menjuluki Epstein sebagai sosok legenda. Sarah menulis, “saya sangat bangga padamu”.
Kala email itu dikirimkan, Epstein, yang merupakan seorang perencana keuangan, masih dalam tahanan rumah akibat vonis tahun 2008.
Ada juga ratusan nama Richard Branson, pendiri Virgin Group asal Inggris, dalam berkas-berkas tersebut. Dalam email pada 2013, Branson berkata kepada Epstein “sangat menyenangkan bertemu denganmu.”
Ungkapan lain yang disampaikan Branson, “Kapan pun kamu berada di sini, aku ingin bertemu denganmu. Selama kamu membawa harem-mu!”
Virgin Group menjelaskan bahwa harem merujuk pada tiga anggota tim Epstein yang sudah dewasa.
“Kontak yang dilakukan Richard dan Joan Branson dengan Epstein terjadi hanya pada beberapa kesempatan lebih dari 12 tahun yang lalu dan terbatas pada acara kelompok atau bisnis, seperti acara tenis amal,” tulis Virgin Group.

Tokoh asing lainnya yang juga disebutkan adalah penasihat keamanan nasional perdana menteri Slovakia, Miroslav Lajčák. Dia mengundurkan diri setelah pesan teksnya dengan Epstein terungkap dalam berkas-berkas. Pesan itu dari 2018, ketika keduanya membahas perempuan sekaligus pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov.
Setelah Epstein mengirim foto yang tidak dapat dilihat dalam berkas, Lajčák menjawab: “Mengapa kamu tidak mengundang saya untuk permainan ini? Saya akan membawa gadis ‘MI’.”
Meski dalam dokumen itu ditekankan, kemunculan dalam berkas-berkas tersebut bukanlah indikasi adanya pelanggaran.
Menurut media Slovakia, Lajčák awalnya membantah membahas perempuan dengan Epstein saat berkas-berkas tersebut dirilis pada Jumat. Ia kemudian dilaporkan telah memutuskan untuk mengundurkan diri agar tidak merugikan Perdana Menteri Slovakia, Robert Fico, secara politik.
Trump disebut ratusan kali
Nama Presiden AS, Donald Trump, muncul ratusan kali dalam berkas-berkas yang baru dirilis.
Trump memiliki hubungan persahabatan dengan Epstein. Namun Trump membuat klaim, relasi mereka memburuk bertahun-tahun yang lalu. Dia juga membantah mengetahui kejahatan seksual yang dilakukan Epstein.
Di antara berkas yang baru dirilis terdapat daftar yang disusun oleh FBI pada tahun 2025, mengenai tuduhan yang diajukan terhadap Trump oleh penelepon anonim ke Pusat Operasi Ancaman Nasional FBI.
Banyak dari tuduhan ini didasarkan pada informasi yang belum terverifikasi, tapi diterima oleh lembaga tersebut dan diajukan tanpa bukti pendukung.
Daftar tersebut mencakup berbagai tuduhan pelecehan seksual yang ditujukan kepada Trump, Epstein, dan sejumlah figur terkenal lainnya.

Trump selalu membantah adanya pelanggaran terkait Epstein.
Ketika ditanya mengenai tuduhan terbaru, Gedung Putih maupun Kementerian Kehakiman merujuk pada pernyataan dalam siaran pers yang menyertai edisi berkas baru tersebut.
“Beberapa dokumen berisi klaim yang tidak benar dan sensasional saja terhadap Presiden Trump. Itu diajukan ke FBI tepat sebelum pemilu 2020,” kata Departemen Kehakiman AS.
“Untuk lebih jelas, klaim-klaim tersebut tidak berdasar dan palsu, dan jika ada sedikit pun kredibilitas, tentu saja sudah digunakan untuk menyerang Presiden Trump.”
Selain nama Trump, sutradara film dokumenter mengenai Melania Trump, Brett Ratner, juga muncul dalam berkas-berkas tersebut. Dalam foto di berkas itu, Ratner sedang memeluk seorang perempuan muda.
Di foto lainnya, Ratner, yang juga menyutradarai film Rush Hour dan X-Men: The Last Stand, terlihat duduk di sofa di samping Epstein dan dua perempuan yang identitasnya telah disamarkan.
BBC telah menghubungi perwakilan Ratner untuk merespons, tapi tak mendapat jawaban.
Elon Musk, Epstein, dan pesta paling liar di pulau
Dokumen-dokumen tersebut juga mencakup korespondensi email antara Epstein dan miliarder teknologi sekaligus pejabat tinggi pemerintah AS, Elon Musk.
Elon, yang tidak dituduh melakukan kesalahan apa pun dalam kasus ini, sebelumnya bilang bahwa dia pernah menolak undangan Epstein ke sebuah pulau.
Berbagai berkas email terbaru menunjukkan Elon telah membahas perjalanan ke pulau itu lebih dari sekali. Salah satu yang dibicarakan mengenai perjalanan yang diusulkan pada 2012.
Elon bertanya pada Epstein, “Hari atau malam apa yang akan menjadi pesta paling liar di pulau Anda?”
Email dari November 2012 menunjukkan Epstein bertanya kepada Elon tentang jumlah orang yang harus dibawanya dalam helikopter menuju pulau itu. Menanggapi hal tersebut, Elon menjawab hanya dirinya dan istrinya saat itu, Talulah Riley.
Lalu, email dari Elon kepada Epstein pada Natal 2012 berisi pertanyaan, apakah sang pengusaha memiliki rencana pesta karena ia perlu “melepaskan diri”.
“Saya telah bekerja hingga batas kewarasan tahun ini. Jadi setelah anak-anak saya pulang setelah Natal, saya benar-benar ingin pergi ke pesta di St Barts atau tempat lain dan bersenang-senang,” tulis Elon.
Elon menambahkan bahwa “pengalaman pulau yang tenang” adalah kebalikan dari apa yang dia inginkan.

Dalam serangkaian email lain pada akhir 2013, Elon dan Epstein membahas kunjungan ke pulau milik Epstein dan sedang mengurus logistik dan tanggal.
Tidak ada bukti bahwa Elon pernah benar-benar melakukan perjalanan ke pulau Epstein.
Elon mencuit dalam akun X pada Sabtu bahwa dia “sangat menyadari bahwa beberapa korespondensi email dengan [Epstein] dapat disalahartikan dan digunakan oleh pihak yang menentangnya untuk mencemarkan nama baik saya”.
“Saya tidak peduli dengan itu, tapi yang saya pedulikan adalah setidaknya kita berusaha untuk menuntut mereka yang melakukan kejahatan serius bersama Epstein, terutama terkait eksploitasi keji terhadap gadis di bawah umur,” tulis Elon.
Bill Gates bantah klaim sensasional dari Epstein
Juru bicara pendiri Microsoft, Bill Gates, telah menanggapi tuduhan-tuduhan yang sensasional dalam berkas-berkas Epstein terbaru, termasuk klaim bahwa Gates terinfeksi penyakit menular seksual.
Tudingan itu disebut Gates “sangat tidak masuk akal dan sama sekali tidak benar”.
Dua email yang dikirim pada 18 Juli 2013 sepertinya ditulis oleh Epstein, tapi tidak jelas apakah email tersebut pernah dikirim ke Gates. Dua email itu dikirim dari akun email Epstein dan kembali ke akun yang sama. Sementara itu, tidak ada akun email yang terkait dengan Gates.
Salah satu dari dua email itu ditulis sebagai surat pengunduran diri dari Yayasan Bill dan Melinda Gates. Epstein juga mengeluh tentang harus membeli obat bagi Gates “untuk mengatasi konsekuensi berhubungan seks dengan gadis-gadis Rusia”.
Email lainnya yang dimulai dengan “Dear Bill”, menggambarkan keberatan karena Gates mengakhiri persahabatan.
Epstein kemudian membuat klaim tentang upaya Gates menyembunyikan infeksi menular seksual, termasuk dari istrinya saat itu, Melinda.
Seorang Juru Bicara Gates mengatakan kepada BBC, “Klaim-klaim ini dari seorang pembohong yang terbukti tidak puas. Ini benar-benar absurd dan sepenuhnya palsu.”
“Dokumen-dokumen ini hanya menunjukkan frustrasi Epstein karena dia tidak memiliki hubungan yang berkelanjutan dengan Gates dan sejauh mana dia akan pergi untuk menjebak dan mencemarkan nama baik,” kata Juru Bicara Gates.
Kritik terhadap identifikasi korban
Gloria Allred, pengacara hak-hak perempuan yang telah mewakili banyak korban Epstein, berkata kepada BBC bahwa nama-nama sejumlah korban telah diungkapkan dalam rilis terbaru, termasuk beberapa yang sebelumnya belum pernah diidentifikasi secara publik.
“Dalam beberapa kasus… mereka mencoret nama-nama tersebut, tapi Anda masih bisa membaca nama-namanya,” katanya. “Dalam kasus lain, mereka menampilkan foto korban – korban yang belum pernah melakukan wawancara publik atau mengungkapkan nama mereka secara publik.”
Banyak dokumen Epstein terbaru berisi suntingan yang signifikan. Undang-undang mewajibkan pengeditan hanya dilakukan untuk melindungi korban atau informasi yang sedang diselidiki. Undang-undang juga mewajibkan rangkuman redaksional dan dasar hukum yang melandasinya.
Kementerian Kehakiman AS menyatakan mereka “bekerja tanpa henti untuk menangani kekhawatiran korban, menutup tambahan informasi pribadi, serta berkas-berkas yang memerlukan penyuntingan lebih lanjut sesuai undang-undang, termasuk gambar-gambar bermuatan seksual”.
Allred mengatakan meskipun tim hukumnya sedang bekerja untuk memberitahu departemen tentang tempat-tempat yang memerlukan pengeditan tambahan untuk melindungi identitas korban, “banyak orang sudah mengunduh berkas-berkas tersebut”.
Apakah semua berkas Epstein sudah dirilis?
Belum jelas apakah ini merupakan akhir dari gelombang dokumen-dokumen Epstein.
Blanche mengatakan perilisan dokumen pada akhir Januari lalu “menandai akhir dari proses identifikasi dan tinjauan dokumen yang sangat komprehensif,” yang menandakan tugasnya telah selesai, menurut Kementerian Kehakiman AS.
Namun, Partai Demokrat AS terus berargumen kementerian itu telah menahan terlalu banyak dokumen, yang kemungkinan mencapai sekitar dua setengah juta berkas, tanpa alasan yang memadai.
Anggota Kongres Demokrat AS, Ro Khanna, yang memimpin RUU Transparansi Dokumen Epstein bersama anggota Kongres dari Partai Republik, Thomas Massie, mengaku merasa was-was.
“DOJ mengatakan telah mengidentifikasi lebih dari 6 juta halaman yang berpotensi relevan, tapi hanya merilis sekitar 3,5 juta halaman setelah peninjauan dan pengeditan,” katanya.
“Hal ini menimbulkan pertanyaan mengapa sisanya ditahan.”
DOJ telah menjadi sorotan setelah melewatkan batas waktu 19 Desember untuk merilis semua berkas sesuai dengan Undang-Undang Transparansi Berkas Epstein, yang disetujui Kongres dan ditandatangani menjadi undang-undang pada November lalu.
Namun, belum jelas apakah berbagai kontroversi ini telah berakhir.
Banyak pihak, termasuk di kalangan pendukung Trump, telah lama meyakini adanya konspirasi untuk melindungi orang-orang kaya dan berkuasa yang terkait dengan Epstein.
Berbicara kepada media massa ABC, awal Februari ini, Blanche mengatakan bahwa selain “sejumlah kecil dokumen” yang mungkin dirilis jika disetujui oleh hakim, tinjauan DOJ terhadap berkas-berkas terkait Epstein “sudah selesai”.
Laporan tambahan dari Jack Fenwick, Chi Chi Izundu, dan Amy Walker
Baca artikel sebelumnya:
- Apa dan siapa yang ada dalam dokumen Epstein?
- Trump dalam pusaran berkas Jeffrey Epstein – Apakah benar Presiden AS terlibat?
- Andrew kehilangan gelar ‘pangeran’ UK akibat skandal seks
- Apa dan siapa yang ada dalam dokumen Epstein?
- Trump dalam pusaran berkas Jeffrey Epstein – Apakah benar Presiden AS terlibat?
- Skandal perdagangan seks anak Jeffrey Epstein: Siapa saja nama tokoh yang disebut di dokumen persidangan yang baru-baru ini dirilis?



