
caristyle.co.id – JAKARTA. Grab kembali meningkatkan investasinya di sektor perbankan digital dengan menambah kepemilikan saham di PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA).
Dalam kurun waktu dua pekan terakhir, Grab melakukan tujuh kali transaksi pembelian saham yang secara signifikan memperbesar porsi kepemilikannya di bank tersebut.
Grab, melalui perusahaan milik Grab Holding A5-DB Holdings Pte. Ltd., membeli total 724,17 juta saham SUPA selama 27 Januari–5 Februari 2026.
Kabar Buy Out Investasi di GOTO dan Merger GOTO-Grab, Begini Penjelasan Telkom (TLKM)
Langkah ini mempertegas komitmen Grab dalam memperkuat eksposur di sektor jasa keuangan digital di Indonesia, seiring meningkatnya peran bank digital dalam ekosistem layanan keuangan berbasis teknologi.
Rincian Transaksi Pembelian Saham SUPA
Rinciannya, Grab membeli saham SUPA pada 27 Januari 2026 sebesar 70,68 juta saham di harga Rp 1.038, pada 28 Januari 2026 sebesar 76,8 juta saham di harga Rp 927, dan pada 30 Januari 2026 sebesar 62 juta saham di harga Rp 960.
Kemudian Grab membeli lagi saham SUPA pada 2 Februari 2026 sebesar 77 juta saham di harga Rp 846, pada 3 Februari 2026 sebesar 150,3 juta saham di harga Rp 892, pada 4 Februari 2026 sebesar 185,27 juta saham di harga Rp 909, dan pada 5 Februari 2026 sebesar 102,12 juta saham di harga Rp 937.
Dari seluruh transaksi tersebut, total dana yang dikeluarkan Grab mencapai Rp 667,39 miliar.
Kepemilikan Grab di SUPA Meningkat Signifikan
Maka, total dana yang digelontorkan Grab untuk membeli saham SUPA kali itu mencapai Rp 667,39 miliar. Dengan transaksi itu, kepemilikan Grab di SUPA bertambah dari 3,76 miliar saham atau setara 11,1% hak suara menjadi 4,48 miliar saham atau 13,23% hak suara.
SUPA Chart by TradingView
Peningkatan porsi kepemilikan ini menunjukkan langkah strategis Grab dalam memperkuat posisinya sebagai pemegang saham utama di SUPA, sekaligus memperluas sinergi antara ekosistem Grab dengan layanan perbankan digital.
Berdasarkan keterbukaan informasi yang dikutip Kamis (5/2/2026), seluruh pembelian yang dilakukan Grab itu bertujuan investasi.
Hingga November 2025, SUPA mencetak laba sebesar Rp 122,4 miliar, membalik posisi rugi Rp 388 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.



