Hector Souto tak tertekan jelang final, sebut pelatih Spanyol adalah momok Iran

Posted on

Timnas Futsal Indonesia akan melawan Iran dalam laga final Piala Asia 2026 di Indonesia Arena, Sabtu (7/2) pukul 19:00 WIB. Hector Souto tahu bahwa Iran adalah raksasa Asia, tetapi ia tak merasa tertekan.

Pelatih asal Spanyol itu bahkan menyebut Iran memiliki riwayat kalah dari tim-tim yang dilatih pelatih asal Spanyol. Jadi, menurutnya, tak ada alasan untuk gentar.

“Tekanan adalah hal lain, bukan futsal. Futsal bukan tekanan. Futsal adalah kesenangan. Itu sangat berbeda, oke? Kedua, bagaimana kami bisa merasakan tekanan jika ini pertama kalinya kami berada di final? Dan jika Iran memainkan 105 pertandingan di AFC dan hanya kalah 4 kali, di mana tekanan kami?” terang Souto saat konferensi pers pralaga.

“Bagaimana Anda bisa melihat tekanannya? Iran pasti merasakan tekanan. Iranlah yang harus memenangkan pertandingan. Iran memiliki tradisi menjadi juara di AFC. Mereka memiliki kualitas, mereka memiliki banyak pemain yang bermain di luar negeri, mereka memiliki pemain-pemain kuat, ekosistem yang baik sejak awal.”

“Dalam 17 kali, mereka menang 13 kali. Mereka selalu mencapai final. Hanya pada 2012 mereka kalah di semifinal melawan Thailand 5-4. Hal baiknya adalah mereka kalah dua kali melawan Rodrigo, yang berasal dari Spanyol. Dan mereka kalah melawan Pulpis pada 2012, yang juga berasal dari Spanyol. Dan saya tidak tahu apakah Anda tahu dari mana saya berasal? Oke,” tandasnya.

Jadi, Iran memang memiliki beberapa kali riwayat kalah dari tim-tim Asia yang dilatih pelatih asal Spanyol. Pada Piala Asia 2006, Iran takluk 1-5 dari Jepang asuhan Rodrigo Candelas pada semifinal.

Jepang yang dilatih Rodrigo juga pernah mengalahkan Iran pada final Piala Asia 2014. Jepang menang adu penalti 3-0 waktu itu.

Sementara pada Piala Asia 2012, Iran kalah 4-5 via extra time dari Thailand yang dibesut Pulpis pada semifinal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *