caristyle.co.id Satu pemicu murka Inara Rusli, cara Virgoun perlakukan anak diungkap kuasa hukum.
Konflik antara selebgram Inara Rusli dan mantan suaminya, Virgoun makin memanas.
Inara sudah menyatakan keberatan atas sikap Virgoun yang disebut secara sepihak membawa tiga anaknya.
Kini tiga anak mereka itu tinggal disebut bersama Virgoun.
Hal itu dilakukan Virgoun saat Inara Rusli terseret masalah hukum usai dipolisikan atas dugaan perselingkuhan dan perzinaan dengan seorang pria beristri.
Namun demikian, diketahui pula hak asuh anak sebenarnya berada di tangan Inara setelah keduanya bercerai akhir 2023 lalu.
“Tanggal 22 November 2025, Virgoun membawa anak-anak tanpa seizin orang tua pengasuhnya dalam hal ini ibu kandungnya yaitu Inara,” ujar tim kuasa hukum Inara, Herlina, dikutip dari Tribunnews.com, Sabtu (7/2/2026).
Atas hal itu, Inara pun mengadukan aksi Virgoun ke Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA). Ia juga mengaku sudah dihalang-halangi untuk bertemu ketiga anaknya.
“Hingga saat ini, Inara dipersulit akses untuk menemui atau bahkan sekadar video call. Untuk anak-anaknya tidak diberikan akses menjemput di sekolah.
Bahkan neneknya anak-anak dari ibu kandungnya juga tidak diberikan akses untuk melihat atau menjenguk anaknya,” jelas Herlina.
Poin yang Membuat Inara Rusli Keberatan
Lebih lanjut, Herlina menjelaskan sejumlah poin yang membuat kliennya keberatan. Di antaranya terkait tidak dibatasinya sang anak mengakses media sosial.
“Berdasarkan pengakuan dari anak-anak dan kesaksian orang-orang yang mengasuh anak-anak, bahwa mereka diberikan akses internet tanpa batas,” ujarnya.
Inara juga merasa kesal lantaran anak-anaknya sudah sebulan mengidap batuk. Batuk yang diidap diduga karena asap rokok.
“Anak-anak juga sudah batuk hampir sebulan dan tidak sembuh-sembuh dikarenakan terpapar asap rokok dari orang-orang yang berada di rumah itu, dan hampir semuanya perokok aktif,” tandasnya.
Akibatnya, anak-anak Inara diduga mengalami penurunan kondisi psikis dan kesehatan. Terlebih dengan pernyataan ibu Virgoun, Eva Manurung yang cenderung memojokkan Inara.
“Berdasarkan laporan perkembangan hasil psikotes psikolog anak, pengakuan anak-anak tersebut di atas dan berita hoaks atau hate speech terhadap Inara yang disampaikan oleh Ibu Eva Manurung di media.”
“Hingga saat ini jejak digitalnya masih ada, tersebar, mengakibatkan anak-anak mengalami penurunan kondisi psikis dan kesehatan secara signifikan,” tutup Herlina.
Inara Rusli makin meradang setelah mengetahui kondisi anak-anak di tangan Virgoun. Sebab, mereka tak dibatasi main media sosial hingga terus batuk.
Setelah dibatasi akses ke anak-anak, Inara Rusli makin meradang mengetahui kondisi buah hatinya di tangan Virgoun. Sebab, mereka dibatasi bermain media sosial sampai terus batuk.
Komnas PA Sentil Virgoun dan Inara
Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas Anak) memberikan pesan mendalam di tengah perselisihan perebutan anak antara Inara Rusli (Ibu IR) dan Virgoun (Bapak Vi).
Ketua Umum Komnas Anak, Agustinus Sirait, mengingatkan kedua belah pihak agar tidak mengorbankan kepentingan anak di tengah ego perselisihan orang tua.
Pesan ini disampaikan Agustinus usai Virgoun meminta penundaan agenda klarifikasi di Kantor Komnas Anak, Jakarta Timur, Selasa (3/2/2026).
Sedianya, Virgoun dipanggil untuk memberikan keterangan terkait laporan Inara Rusli mengenai dugaan pengambilan anak secara paksa dan pemutusan akses komunikasi.
Dalam kesempatan tersebut, Agustinus melontarkan kalimat menyentuh yang ditujukan khusus bagi para orang tua yang tengah berselisih.
“Melalui kejadian ini kita juga mengampanyekan ya, saya pikir ketika kita boleh gagal, sekali lagi ya boleh saja gagal kita sebagai pasangan suami istri ya, tapi kami minta untuk janganlah gagal jadi orang tua,” ujar Agustinus Sirait tegas dikutip dari Grid.id, Selasa (3/2/2026).
Agustinus menekankan bahwa secara hukum dan moral, anak memiliki hak yang tidak boleh diganggu gugat oleh siapa pun, termasuk orang tua kandungnya sendiri. Tindakan menutup akses komunikasi dianggap sebagai bentuk egoisme yang merugikan tumbuh kembang anak.
“Setiap anak memiliki hak untuk mendapatkan kasih sayang baik dari ayah atau dari ibu. Nah, itu mungkin yang masyarakat perlu ketahui,” lanjutnya.
Berdasarkan laporan Inara Rusli, Virgoun diduga telah membawa anak-anak mereka secara paksa meskipun hak asuh secara hukum berada di tangan Inara. Tak hanya itu, akses komunikasi Inara ke anak-anaknya pun dikabarkan tertutup rapat.
“Seharusnya kan tidak boleh ada salah satu pihak, apakah ketika anaknya berada di Ibu IR atau anaknya juga berada di Bapak V, anak itu diputus komunikasinya. Karena anak mempunyai hak untuk mendapatkan kasih sayang dari bapak dan dari ibu. Itu yang perlu dicamkan,” tegas Agustinus.
Komnas Anak sempat menanyakan bagaimana perlakuan Inara terhadap Virgoun saat anak-anak berada di bawah asuhannya. Berdasarkan pengakuan Inara, dirinya justru memberikan akses yang sangat longgar demi kebahagiaan anak.
“Dia jawab kita berikan akses penuh bahkan sampai menginap di rumahnya. ‘Kalau mereka menginap di rumahnya saya keluar untuk mempersilakan mereka, Bapak dan anak saling bercengkerama ya, berbagi kasih sayang dan seterusnya’. Kira-kira itu,” ungkap Agustinus menceritakan diskusi dengan Inara.
Hal inilah yang sangat disayangkan oleh Komnas Anak, mengingat tindakan sebaliknya justru dilakukan pihak Virgoun yang membuat anak-anak kehilangan figur ibunya sementara waktu.

(Banjarmasinpost.co.id/Grid.id)



