caristyle.co.id – Update gempa Pacitan, Jawa Timur magnitude 6,2 pada Jumat (6/2/2026) dini hari, BMKG mencatat masih terjadi 24 kali gempa bumi susulan.
Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG ), meski frekuensi gempa sudah menurun masyarakat diminta tetap waspada.
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono seperti dikutip dari Antara, Sabtu (7/2/2026), hingga saat ini tercatat 24 kali gempa susulan, magnitudo terbesar 4,0 dan terkecil 2,2.
“Frekuensi kejadian gempa susulan sudah menurun dan jarang terjadi, masyarakat diminta tidak terlalu khawatir berlebihan. Sudah luruh,” ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, gempa magnitudo 6,2 guncang wilayah Pacitan, Jawa Timur pada Jumat (6/2) pukul 01.06 WIB.
Pusat gempa berada di laut pada kedalaman 58 kilometer, tenggara Pacitan.
Informasi BMKG, gempa Pacitan termasuk megathrust dengan kedalaman dangkal.
Daerah Terdampak Gempa
Guncangan gempa magnitude 6,2 tersebut dirasakan dengan intensitas:
- IV MMI di Pacitan, Bantul, Yogya dan Sleman.
- III MMI di Kulon Progo, Trenggalek, Wonogiri, Malang, Blitar, Surakarta, hingga Banjarnegara
- II MMI di Tuban dan Jepara

BMKG akan terus melakukan pemantauan aktivitas kegempaan dan mengimbau masyarakat tetap waspada, mengikuti informasi resmi, serta menghindari bangunan yang mengalami kerusakan akibat gempa.
Hingga Jumat sore kemarin, laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB ), gempa Pacitan berdampak pada 224 jiwa tersebar di Jawa Timu, Yogyakarta, dan Jawa Tengah.
Sebanyak 40 orang diantaranya dilaporkan mengalami luka di Kabupaten Bantul.
Guncangan dirasakan kuat selama 2-3 detik di Kabupaten Pacitan dan Trenggalek serta dirasakan di sejumlah wilayah di Provinsi DI Yogyakarta dan Jawa Tengah.
Wilayah terdampak meliputi:
- Kabupaten Pacitan dan Trenggalek di Jawa Timur
- Kabupaten Bantul di DI Yogyakarta
- Kabupaten Sukoharjo, Karanganyar, dan Wonogiri di Jawa Tengah
Kerusakan sementara tercatat pada rumah dan fasilitas umum, antara lain di Jawa Timur 29 rumah, satu fasilitas pendidikan, dan satu balai desa.
Selanjutnya, di Jawa Tengah 18 rumah, 5 fasilitas pendidikan, serta masing-masing 1 fasilitas peribadatan, kesehatan, dan fasilitas umum.
Sementara di DI Yogyakarta dilaporkan delapan rumah terdampak beserta fasilitas pemerintahan, pendidikan, kesehatan, dan tempat ibadah.
Informasi MMI dan dampak berdasarkan skala MMI dari laman BMKG
I MMI
Getaran gempa tidak dapat dirasakan kecuali dalam keadaan luar biasa oleh beberapa orang.
II MMI
Getaran atau guncangan gempa dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung seperti lampu gantung bergoyang.
III MMI
Getaran gempa dirasakan nyata dalam rumah.
Getaran terasa seakan-akan ada naik di dalam truk yang berjalan.
IV MMI
Pada saat siang hari dapat dirasakan oleh orang banyak di dalam rumah, di luar rumah oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu bergoyang hingga berderik dan dinding berbunyi.
V MMI
Getaran gempa bumi dapat dirasakan oleh hampir semua orang, orang-orang berlarian, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan benda besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti.
VI MMI
Getaran gempa bumi dirasakan oleh semua orang.
Kebanyakan orang terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap di pabrik rusak, kerusakan ringan.
VII MMI
Semua orang di rumah keluar.
Kerusakan ringan pada rumah dengan bangunan dan kontruksi yang baik.
Sedangkan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik terjadi retakan bahkan hancur, cerobong asap pecah.
VIII MMI
Kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi kuat.
Keretakan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik, dinding terlepas dari rangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen roboh, air berubah keruh.
IX MMI
Kerusakan pada bangunan dengan konstruksi kuat, rangka rumah menjadi tidak lurus, banyak terjadi keretakan.
Rumah tampak bergeser dari pondasi awal.
Pipa-pipa dalam rumah putus.
X MMI
Bangunan dari kayu yang kuat rusak, rangka rumah lepas dari pondamennya, tanah terbelah rel melengkung, tanah longsor di tiap-tiap sungai dan di tanah-tanah yang curam.
XI MMI
Bangunan-bangunan yang sedikit yang masih berdiri.
Jembatan rusak, terjadi lembah.
Pipa dalam tanah tidak dapat terpakai sama sekali, tanah terbelah, rel sangat melengkung.
XII MMI
Hancur total, gelombang tampak pada permukaan tanah.
Pemandangan berubah gelap, benda-benda terlempar ke udara.
(*)



