Keputusan FTSE Russel Cenderung Direspons Negatif Investor Global, Ini Kata Analis

Posted on

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Financial Times Stock Exchange (FTSE) Russell menunda peninjauan indeks Indonesia untuk periode Maret 2026 seiring masih adanya ketidakpastian terkait penentuan free float serta potensi gangguan perdagangan di tengah proses reformasi pasar modal domestik.

Keputusan tersebut diambil setelah FTSE Russell menerima berbagai masukan dari Komite Penasihat Eksternal dan mempertimbangkan langkah reformasi pasar modal yang diumumkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak akhir Januari 2026.

Ini mengacu pada Aturan 2.4 Exceptional Market Disruption dalam kebijakan indeks FTSE Russell, yang berlaku apabila klien dinilai tidak dapat memperdagangkan pasar atau efek secara optimal.

Pengumuman Terbaru dari FTSE Russel Bawa Sentimen Jangka Pendek bagi IHSG

VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Oktavianus Audi menilai keputusan FTSE Russell untuk menunda peninjauan indeks Indonesia, yang didasarkan pada masukan dari external advisory committee serta kondisi pasar yang masih menghadapi kendala dalam penyajian data free float secara akurat, cenderung mendapat respons negatif dari investor global.

“Hal ini kami kira terefleksikan pada aksi jual asing, dimana per sesi pertama hari ini (10/2) terjadi outflow sebesar Rp 590 miliar di seluruh perdagangan,” kata Audi kepada Kontan, Selasa (10/2/2026).

Meski demikian, ia melihat pelaku pasar global masih menunggu hasil evaluasi MSCI terkait tingkat keterbukaan pasar, termasuk aspek free float, yang menjadi faktor kunci. Apabila pada evaluasi Mei 2026 tercapai kesepakatan positif, sentimen pasar dinilai berpotensi kembali bullish.

FTSE Russell Tunda Review Indeks Indonesia, IHSG Berpotensi Makin Bergejolak

Dalam jangka pendek, Audi memperkirakan pergerakan IHSG masih akan diwarnai fluktuasi tinggi dengan kisaran support di level 7.850 dan resistance di sekitar 8.280.

Rentang pergerakan harian indeks juga cenderung melebar, seiring indikator Average True Range (ATR) yang berada di level 219.

Di tengah kondisi tersebut, Audi menyarankan investor untuk fokus pada saham berbasis komoditas yang mendapat sentimen positif dari kenaikan harga global, saham berdividen, serta emiten berkapitalisasi besar dengan kinerja solid.

Hari ini (22/9) Saham Berikut Resmi masuk FTSE, Cek Saham Layak Beli & Potensi Cuan

Untuk perdagangan jangka pendek, Audi merekomendasikan strategi trading buy pada saham PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) dengan target harga Rp 2.000 dan PT Indika Energy Tbk (INDY) di level Rp 4.600, serta aksi beli pada saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan target harga Rp 8.400.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *