
Arema FC mengalahkan Semen Padang 3-0 dalam laga pekan ke-21 Super League 2025/26 di Stadion Kanjuruhan, Malang, pada Minggu (15/2). Ada insiden yang membuat salah seorang pemain tuan rumah harus dilarikan ke RS. Namun, pelatih ‘Singo Edan’ memastikan kondisi sang pemain sudah baik-baik saja.
Dalam laga ini, dua pemain Arema FC yakni Roberto Pimenta Vinagre alias Betinho dan Hansamu Yama Pranata, terpaksa diganti akibat cedera. Betinho bahkan harus dilarikan ke rumah sakit akibat terkena benturan cukup keras di kepala.
Di awal laga, Betinho memang dipasang di sektor tengah berpasangan dengan Matheus Blade. Bola dari hasil tendangan keras pemain Semen Padang, Jaime Giraldo, terkena kepala Betinho. Pemain asal Brasil itu pun tumbang dan sempat tak bergerak beberapa saat di lapangan.
Hal itu disadari pemain Semen Padang yang kemudian meminta wasit Steven Yubel Poli untuk menghentikan pertandingan. Betinho sempat mendapatkan perawatan tim medis, lalu ditandu ke luar lapangan dan digantikan oleh Valdeci Moreira di menit 24.

Betinho bahkan langsung dimasukkan ke ambulans di sisi utara bench Arema FC. Terlihat beberapa staf Arema FC sedikit panik melihat kondisinya. Betinho terus mendapat perawatan di ambulans selama pertandingan berjalan.
Sekitar 13 menit kemudian atau tepatnya di menit 37 laga berlangsung, ambulans itu bergerak meninggalkan Stadion Kanjuruhan. Pesepak bola berusia 33 tahun itu dibawa ke Rumah Sakit (RS) Wava Husada untuk diperiksa lebih lanjut.
Sementara, Hansamu Yama diganti menit 88 oleh Dendi Santoso. Eks bek Persija terlihat mendapatkan perawatan dari tim medis Arema FC, hingga keluar lapangan tanpa menggunakan sepatu karena kondisi cedera.
Pelatih Arema FC, Marcos Vinicius dos Santos Goncalves, mengungkapkan kondisi Betinho. Menurutnya, tim medis membawanya ke RS karena melihat kesadarannya yang sedikit menurun dan ada keluhan. Namun, ia memastikan bahwa kondisinya sudah aman.

“Kondisi Betinho bagus, positif, aman di sana (di rumah sakit) dia memang dibawa ke rumah sakit pascainsiden,” kata Marcos Santos, dalam konferensi pers usai pertandingan.
Secara taktikal, keluarnya Betinho membikin serangan Arema lebih hidup. Ia mengubah formasi dari 4-4-2 ke 4-1-4-1 dengan memasukkan Valdeci untuk membantu penyerangan. Hasilnya dari sebuah skema serangan balik cepat, Valdeci memberikan umpan ke Gustavo Franca yang kemudian diteruskan ke Joel Vinicius hingga berbuah gol pertama.
“Waktu masuk Valdeci bisa keluar, bisa membangun tim mulai ketemu serangan dari situ akhirnya terjadi gol,” ucap pelatih asal Brasil ini.
Kerja keras dan kekompakan timnya diakui juga sudah mulai terbentuk. Mengingat di timnya ada 8 pemain baru yang didatangkan manajemen di bursa transfer paruh musim Super League, mulai padu. Hal ini terbukti dari tiga pertandingan terakhir Arema FC berhasil menang dan mencatatkan clean-sheet alias tidak kebobolan.
“Saya senang pemain bermain bagus, bekerja keras, dan juga pemain datang baru dari Borneo, Persija, dan tim juga mulai padu. Tiga pertandingan tidak kebobolan, pemain bermain luar biasa hari ini, saya akui tim lebih kompak dan bisa menang hari ini,” jelasnya.
Kemenangan 3-0 ini membuat posisi Arema FC merangsek ke papan tengah klasemen sementara Super League hingga pekan ke 21. Arema FC meraih 30 poin dari hasil 8 kemenangan, 6 hasil imbang, dan 7 kekalahan, alhasil bertengger di posisi 8 klasemen.
Sedangkan bagi Semen Padang, kekalahan telak ini membikin mereka terjerembab ke zona degradasi. ‘Kabau Sirah’ berada di posisi 17 klasemen dengan 15 poin, hasil dari 3 kemenangan, 14 hasil imbang, dan 15 kali kekalahan.



