
caristyle.co.id Kiper Timnas Indonesia, Maarten Paes, mengaku kecewa Ajax Amsterdam gagal meraih kemenangan atas NEC Nijmegen di laga debutnya.
Maarten Paes memiliki perasaan campur aduk tentang debutnya di Ajax setelah timnya gagal mengalahkan NEC Nijmegen.
Kiper berusia 27 tahun itu dipercaya berdiri di bawah mistar gawang Ajax menyusul cedera lutut yang dialami Vitezslav Jaros.
Namun, debut Paes di Stadion Johan Cruyff Arena tidak berakhir manis usai Ajax ditahan imbang 1-1 pada Minggu (22/2/2026) dini hari WIB.
Merasa Indonesia Menantang, Media Vietnam: Bisa Apa Tim yang Tak Pernah Juara Piala AFF?
Sempat unggul lewat gol Mika Godts pada menit ke-39, tiga poin Ajax sirna usai Darko Nejasmic menyamakan skor di menit ke-57.
Seusai pertandingan, Paes mengaku kecewa timnya gagal memetik poin penuh melawan NEC di kandang sendiri.
“Saya pikir Ajax selalu harus menang di kandang melawan NEC,” kata Paes dengan nada kecewa dalam wawancara dengan ESPN.
“Terutama dalam situasi kita sekarang berjuang untuk posisi kedua,” lanjut mantan kiper FC Dallas itu.
Dalam laga melawan NEC, Paes menunjukkan penampilan impresif dengan mencatat tujuh penyelamatan.
Mengomentari penampilan debutnya, Paes mengakui masih ada beberapa kesalahan kecil dalam penguasaan bola.
“Secara pribadi, saya pikir itu bagus, terlepas dari beberapa kesalahan kecil dalam penguasaan bola.”
“Hanya saja sudah lama saya tidak bermain, jadi selangkah demi selangkah, itu akan membaik,” ucap Paes.
Lebih lanjut, Paes mengakui bahwa ia belum sepenuhnya fit setelah memainkan pertandingan terakhirnya pada Oktober lalu.
Kiper Utama Ajax Cedera, Maarten Paes Siap Debut Lawan Mantan Klubnya, Sang Spesialis Runner-Up Piala KNVB
Meski begitu, ia tetap mencoba untuk selalu siap memberikan yang terbaik ketika dihadapkan pada situasi tidak terduga.
“Ya, saya rasa saya sudah cukup berpengalaman berkat petualangan dan perjalanan yang telah saya lalui, dan juga pengalaman yang telah saya peroleh.”
“Saya mencoba untuk tetap setenang mungkin ketika Anda dihadapkan pada situasi sulit.”
“Apa yang terjadi pada hari Jumat membuat Vit (Jaros) frustrasi. Kemudian Anda tahu Anda harus siap. Saya sudah memberikan yang terbaik,” ucapnya.
Mengenai tim lawan, Paes mengakui bahwa NEC bermain baik dan membuat Ajax kesulitan menghadapi tekanan sepanjang pertandingan.
Di sisi lain, ia menilai timnya harus meningkatkan kekompakan dan belajar dari pengalaman untuk menatap laga berikutnya.
“NEC adalah tim yang sangat bagus. Saya pikir mereka terorganisir dengan baik dan bermain satu lawan satu di mana-mana.”
“Kekompakan itu harus tepat. Saya pikir ada beberapa konsistensi yang hilang, sebagian karena ritme permainan saya. Ini hanya, kita belajar dari pengalaman.”
“Kita akan mengamati ini secara objektif dan melihat apa yang dapat kita lakukan lebih baik di lain waktu saat bermain melawan lawan seperti itu,” ucapnya.



