
Kepolisian memastikan pelaku pemukulan 3 orang petugas SPBU Cipinang, Pulogadung, Jakarta Timur, bukan aparat kepolisian.
Hal ini disampaikan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto. Ia menegaskan, status pelaku adalah warga sipil yang berprofesi sebagai wirausaha.
“Pelaku sudah diamankan dan dipastikan bukan anggota Polri. Saat ini yang bersangkutan sedang diproses oleh penyidik Polres Metro Jakarta Timur. Kami memastikan penanganan perkara dilakukan secara profesional dan transparan,” kata Budi dalam keterangannya, Selasa (24/2/).
Budi menjelaskan, hal ini terungkap usai Subbidpaminal Bidpropam Polda Metro Jaya bersama Satreskrim Polres Metro Jakarta Timur dan Unit Reskrim Polsek Pulogadung melakukan penyelidikan dan klarifikasi.

Hasilnya, pelaku diidentifikasi sebagai JMH dan dipastikan bukan anggota Polri. Nomor polisi kendaraan yang digunakan juga diketahui tidak sesuai peruntukannya.
Pelaku sendiri diamankan hari ini, Selasa (24/2/) sekitar pukul 16.00 WIB, tim gabungan Satreskrim Polres Metro Jakarta Timur dan Unit Reskrim Polsek Pulogadung mengamankan JMH di kawasan Rawalumbu, Bekasi Timur.
Sebelumnya, Polres Jakarta timur mengkonfirmasi penangkapan terduga pelaku pemukulan 3 petugas SPBU di Cipinang, Jakarta Timur.
Hal tersebut dikonfirmasi oleh Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur, AKBP Dicky Fertoffan.
“Saya baru nerima infonya. Infonya sudah diamankan,” kata Dicky saat dikonfirmasi.

Peristiwa penganiayaan ini terjadi pada Minggu (23/2) malam sekitar pukul 22.22 WIB. Masalah bermula saat sebuah mobil hendak mengisi BBM jenis Pertalite. Sesuai aturan, petugas SPBU melakukan pemindaian (scanning) barcode subsidi.
Pengawas SPBU, Hendra, menyebutkan terjadi ketidakcocokan data saat proses verifikasi. Meski pelat nomor kendaraan sesuai, namun foto kendaraan yang tertera di sistem berbeda dengan mobil yang datang ke lokasi.
“Ketika di-scan barcode subsidinya, memang pelat nomornya sesuai. Tapi foto kendaraan di data barcode itu berbeda dengan mobil yang datang,” jelas Hendra kepada kumparan, Selasa (24/2). Karena ketidaksesuaian itu, petugas menolak pengisian BBM. Penolakan ini memicu kemarahan pelanggan hingga situasi memanas.
Keributan tersebut berujung pada aksi kekerasan dan pemukulan terhadap 3 petugas SPBU Anam, Lukman dan Abud.
Saat ditemui kumparan, Abud bercerita Ia mengalami luka lebam di bagian wajah akibat dipukul pelaku.
“Dipukul di muka, dipukul pakai kepalan tangan. Di mata bagian kiri,” Ujar Abid saat ditemui di SPBU Cipinang, Jakarta Timur.



