Mengenal strategi flip: taktik cuan cepat di properti hingga saham

Posted on

Jakarta, IDN Times – Dalam dunia investasi, istilah flip atau flipping sering kali muncul sebagai strategi untuk meraup keuntungan dalam waktu singkat.

Secara sederhana, dilansir Investopedia, flip adalah perubahan arah strategi investasi secara mendadak, misalnya dari posisi membeli menjadi menjual, guna memanfaatkan momentum harga di pasar.

Langkah tersebut dianggap krusial karena menjadi sinyal perubahan sentimen pasar yang membantu investor mengambil keputusan lebih cepat. Berikut adalah beberapa penerapan strategi flip yang umum dilakukan di berbagai sektor keuangan!

1. Memanfaatkan tren harga di perdagangan teknikal

Dalam perdagangan teknikal, investor kerap mengubah posisinya dari dominasi beli (net long) ke dominasi jual (net short), atau sebaliknya. Langkah ini diambil untuk mengikuti tren harga baru yang bisa berlangsung mingguan hingga tahunan.

Strategi ini memungkinkan trader mendapatkan profit dari pembalikan harga. Contohnya, saat beralih ke posisi jual, investor bisa memanfaatkan opsi tertentu untuk tetap untung meski harga aset sedang turun.

Apa Itu Flipping? Strategi Cepat Untung tapi Penuh Risiko 2. Bisnis jual-beli properti (house flipping)

Di sektor properti, flip merujuk pada praktik membeli aset dalam waktu singkat untuk dijual kembali. Biasanya, investor akan mencari rumah dengan harga serendah mungkin.

Kemudian investor melakukan renovasi untuk meningkatkan nilai estetika dan fungsinya, lalu menjualnya dengan harga lebih tinggi. Selisih harga jual setelah renovasi inilah yang menjadi sumber keuntungan utama.

3. Berburu keuntungan dari saham IPO

Strategi ini juga populer di pasar saham, khususnya pada penawaran umum perdana atau IPO. Berbeda dengan pemilik perusahaan yang cenderung menahan saham dalam jangka panjang, investor flipping biasanya mengincar lonjakan harga cepat.

Mereka akan membeli saham IPO dan menjualnya kembali saat harga sudah naik sekitar 40 hingga 50 persen dalam hitungan minggu atau bulan. Setelah target profit tercapai, mereka akan beralih mencari emiten IPO berikutnya untuk di-flip.

4. Pengelolaan dana makro untuk tekan risiko

Manajer investasi profesional juga menggunakan teknik flipping untuk menjaga portofolio mereka. Jika suatu sektor diprediksi bakal merugi, mereka akan segera memindahkan atau mem-flip dana tersebut ke sektor lain yang lebih potensial.

Selain mengejar imbal hasil, taktik ini efektif untuk mengurangi risiko sistemik yang bisa mengancam dana kelolaan.

5 Strategi Bisnis Low Risk yang Tetap Bisa Menghasilkan Margin Sehat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *