1 orang di Tel Aviv tewas akibat serangan balasan Iran, 20 lainnya terluka

Posted on

Seorang wanita di Tel Aviv tewas akibat rentetan rudal yang dilancarkan Iran pada Sabtu (28/2) waktu setempat. Serangan Iran ini merupakan balasan dari serangan yang dilancarkan oleh Amerika Serikat-Israel sebelumnya.

“Paramedis telah mengonfirmasi kematian seorang wanita berusia 40-an tahun dengan luka parah,” tulis layanan darurat Israel, Magen David Adom (MDA), dikutip, Minggu (1/3).

Korban tewas merupakan salah satu dari 21 orang yang dikabarkan terluka dalam serangan tersebut. Wartawan AFP yang bertugas di lokasi melaporkan Israel telah mengerahkan petugas ke sejumlah wilayah di Tel Aviv yang rusak.

Sejumlah bangunan hancur lebur akibat ledakan. Jalan-jalan dipenuhi reruntuhan dan mobil-mobil yang terbakar. Petugas pemadam kebakaran berjibaku menjinakkan api, sedangkan tim penyelamat mencoba mengevakuasi korban luka.

Sepanjang malam, dilaporkan AFP, ledakan keras terdengar di kawasan Tel Aviv, Yerusalem, dan Tepi Barat yang diduduki saat sistem pertahanan udara Israel menembak jatuh rentetan rudal Iran.

Juru bicara kepolisian Israel, Dean Elsdunne, menyebut hingga saat ini tim tanggap darurat masih memeriksa setiap gedung untuk memeriksa kerusakan dan memeriksa apakah ada korban lainnya.

Serangan Balasan Iran

Israel dan Amerika Serikat sebelumnya melancarkan serangan ke Iran terlebih dahulu pada Sabtu (28/2). Operasi militer ini, menurut Israel bertujuan untuk “menumbangkan Ayatollah Khamenei”.

Sejumlah kota di 24 dari 31 provinsi di Iran terdampak serangan tersebut, seperti wilayah Isfahan, Qom, Tabriz, hingga Ibu Kota Teheran. Bulan Sabit merah Iran melaporkan sejauh ini ada 201 orang korban tewas akibat serangan Israel-AS tersebut, dan 747 orang lainnya terluka.

Serangan Israel-AS ini juga menghancurkan sekolah dan menewaskan sejumlah siswi. Akibat serangan Israel-AS, Iran menutup seluruh universitasnya untuk sementara waktu.

Setelah rentetan serangan tersebut, Iran kemudian meluncurkan balasan dengan menargetkan sejumlah negara Teluk termasuk Uni Emirat Arab hingga Qatar. Oman yang merupakan mediator antara AS-Iran menjadi pengecualian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *