Investor kripto tembus 20,7 juta, transaksi Januari 2026 turun

Posted on

caristyle.co.id JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat jumlah transaksi aset kripto nasional masih menunjukkan pertumbuhan dari sisi jumlah pengguna, meskipun nilai transaksi mengalami tekanan seiring pelemahan harga kripto global.

Catatan OJK menunjukkan, jumlah konsumen kripto masih menunjukkan peningkatan. Per Januari 2026, jumlah investor kripto mencapai 20,70 juta, naik dari 20,19 juta pada Desember 2025.

Kendati demikian, Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto OJK, Hasan Fawzi membeberkan nilai transaksi spot kripto pada Januari 2026 tercatat hanya sebesar Rp 29,24 triliun.

Di Tengah Ketegangan Global, Bisakah Kripto Jadi Safe Haven Alternatif?

Angka ini menurun dibandingkan posisi Desember 2025 yang mencapai Rp 32,68 triliun. Secara kumulatif sepanjang 2025, nilai transaksi spot kripto tercatat sebesar Rp 482,23 triliun.

“Ini tercatat menurun jika dibandingkan posisi bulan Desember 2025. Tentu ini sejalan dengan tren penurunan harga sejumlah aset kripto utama di kawasan global,” jelas Hasan dalam Rapat Dewan Komisioner Bulanan OJK, Selasa (3/3/2026).

Sejalan dengan itu, nilai transaksi derivatif aset keuangan digital juga mengalami penurunan.

Lebih Matang, Industri Kripto Indonesia Masuki Fase Konsolidasi

Pada Januari 2026, transaksi derivatif tercatat Rp 8,01 triliun, lebih rendah dari Desember 2025 sebesar Rp 8,60 triliun. Adapun secara year to date (YTD) 2025, transaksi derivatif mencapai Rp 121,30 triliun.

Kapitalisasi pasar kripto domestik juga tercatat meningkat menjadi Rp 27,35 triliun pada Januari 2026, dibandingkan Rp 23,73 triliun pada Desember 2025.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *