
Kuota bahan bakar minyak (BBM) warga ibu kota Iran yakni Teheran dipangkas usai beberapa fasilitas minyak Iran diserang Israel. Depot minyak Aqdasiyeh yang ada di Teheran dilaporkan diserang Israel pada Sabtu (7/3).
Dikutip dari Al Jazeera, Gubernur Teheran mengurangi kuota bahan bakar warga dari 30 liter (7,9 galon) per hari menjadi 20 liter (5,2 galon). Namun demikian, pejabat terkait minta masyarakat tak khawatir dengan persoalan pasokan.
“Pejabat tersebut juga mengatakan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir mengenai bahan bakar karena gangguan pasokan akan segera diatasi,” tulis laporan Al Jazeera.
Selama ini, Iran memang menerapkan kuota bahan bakar dengan kartu kuota pribadi. Pejabat terkait di Teheran juga berjanji kebijakan pemangkasan ini akan dikembalikan seperti semula dalam dua atau tiga hari ke depan.
Sebelumnya, 3 fasilitas depot dan kilang minyak di Teheran, Iran dihantam serangan udara Israel pada Sabtu malam dan memicu kebakaran besar.
Beberapa depot penyimpanan minyak dan sebuah kilang dilaporkan terbakar hebat, dengan kobaran api besar serta asap tebal terlihat membubung di atas ibu kota Iran.
Rekaman video yang beredar memperlihatkan kebakaran di sebuah lokasi penyimpanan minyak di dekat kilang, dengan asap hitam mengepul tinggi ke udara.
Militer Israel dalam pernyataannya mengatakan telah menyerang beberapa kompleks penyimpanan bahan bakar yang digunakan oleh angkatan bersenjata rezim Iran di Teheran.
Media Iran mengutip sumber dari Kementerian Perminyakan yang menyebut tiga depot minyak di wilayah Kohak, Shahran, dan Karaj menjadi sasaran pesawat tempur Israel.
Selain itu, media lokal juga melaporkan kebakaran besar terjadi di kilang Teheran setelah fasilitas tersebut dan sebuah lokasi penyimpanan minyak dilaporkan terkena dua rudal.



