
caristyle.co.id Jakarta. Saham Badan Usaha Milik Negara (BUMN) diprediksi kembali menjadi incaran investor pada tahun 2026. Salah satu daya tarik utamanya adalah potensi pembagian dividen jumbo dari sejumlah emiten pelat merah.
Minat investor terhadap saham BUMN yang rajin membagikan dividen besar tercermin dari kinerja indeks IDX BUMN20 yang lebih kuat dibandingkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Secara year to date (YTD), IDX BUMN20 hanya terkoreksi sekitar 0,91%. Sebagai perbandingan, IHSG turun hingga 13,95% dalam periode yang sama.
Kepala Riset Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI), Muhammad Wafi mengatakan, penguatan saham konstituen IDX BUMN20 didorong oleh ekspektasi pembagian dividen besar serta pertumbuhan laba bersih sektor perbankan.
“Saham penggeraknya adalah PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM),” ujarnya kepada Kontan, Selasa (10/3/2026).
Laba Bumi Resources Minerals (BRMS) Diproyeksi Meningkat, Simak Rekomendasi Sahamnya
Saham Komoditas dan Bank Daerah Ikut Topang IDX BUMN20
Senior Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Sukarno Alatas menambahkan, performa indeks IDX BUMN20 sejak awal tahun juga didukung oleh saham berbasis komoditas dan perbankan daerah.
Beberapa emiten yang menjadi motor penggerak antara lain PT Elnusa Tbk (ELSA), PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM), serta PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR).
Menurut Sukarno, penguatan harga komoditas energi dan stabilnya kinerja bank regional menjadi faktor utama yang menopang kinerja indeks tersebut.
Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus menilai kinerja positif saham BUMN juga dipengaruhi oleh sektor komoditas seperti minyak, gas, dan emas.
Selain itu, rotasi sektor serta valuasi saham perbankan besar yang sempat turun membuat beberapa saham menjadi lebih menarik bagi investor.
“Beberapa bank besar mengalami penurunan harga sehingga valuasinya menjadi relatif murah,” ungkap Nico.
Tonton: ECB Naikkan Suku Bunga? Dampak Perang AS dan Israel di Iran
Prospek IDX BUMN20 Tahun 2026
Wafi memperkirakan kinerja IDX BUMN20 pada tahun 2026 berpotensi menguat secara terbatas.
Katalis positifnya berasal dari valuasi yang masih diskon serta potensi penurunan suku bunga Bank Indonesia (BI) pada semester II 2026.
Namun, pasar tetap menghadapi sejumlah tantangan seperti volatilitas nilai tukar rupiah, eskalasi geopolitik global, hingga arus keluar modal asing.
Sektor perbankan dan telekomunikasi diperkirakan tetap menjadi sektor favorit investor pada saham BUMN tahun ini.
Katalis utamanya berasal dari pertumbuhan kredit yang stabil dan konsumsi domestik yang relatif kuat.
Meski demikian, terdapat risiko berupa tingginya cost of funds (CoF) akibat suku bunga yang masih tinggi serta tekanan daya beli masyarakat kelas menengah bawah.
Tonton: Lippo Hibahkan 30 Hektare Lahan di Meikarta, Bisa Bangun 140.000 Unit Rusun
Rekomendasi Saham BUMN dari Analis
Muhammad Wafi merekomendasikan beli untuk beberapa saham bank BUMN dan telekomunikasi berikut:
– BMRI dengan target harga Rp 7.000 per saham
– BBRI dengan target harga Rp 5.800 per saham
– BBNI dengan target harga Rp 5.500 per saham
– TLKM dengan target harga Rp 3.800 per saham
Sementara itu, Sukarno Alatas memperkirakan IDX BUMN20 tetap memiliki prospek positif hingga akhir 2026 meskipun berpotensi mengalami koreksi wajar akibat ketidakpastian global.
Menurutnya, potensi rebound saham perbankan yang memiliki bobot besar dalam indeks serta daya tarik dividen tinggi dari emiten BUMN dapat menjadi katalis utama penguatan indeks.
Sukarno merekomendasikan beli untuk saham berikut:
– JSMR dengan target harga Rp 3.850
– TLKM dengan target harga Rp 4.000
Tonton: Misteri Jet Tempur China Hilang dari Taiwan! Ada Apa Saat Dunia Fokus ke Perang Iran?
Adapun saham PT Bukit Asam Tbk (PTBA) direkomendasikan trading buy dengan target harga Rp 3.150 per saham.
Di sisi lain, Nico Demus juga menilai emiten berbasis komoditas berpotensi mencatatkan kinerja positif jika harga komoditas global terus menguat.
Ia merekomendasikan beberapa saham dengan fundamental kuat sebagai berikut:
– ANTM dengan target harga Rp 4.940
– BBRI dengan target harga Rp 4.450
– BBNI dengan target harga Rp 5.035
– BMRI dengan target harga Rp 5.860
– BRIS dengan target harga Rp 3.150
– JSMR dengan target harga Rp 4.680
Meski peluang cuan terbuka, investor tetap perlu mewaspadai volatilitas pasar yang masih tinggi akibat dinamika ekonomi global dan geopolitik.



