Tetangga kuliti kelakuan asli Bupati Rejang Lebong Fikri Thobari, orangnya tak pernah bersosialisasi

Posted on

Ringkasan Berita:

  • Seorang warga bernama Kurnadi menyebut Fikri selama tinggal di kawasan Sidomulyo, Kota Bengkulu, dikenal sebagai sosok yang tertutup dan jarang berinteraksi dengan warga sekitar.
  • Fikri diamankan KPK dalam OTT yang diduga berkaitan dengan praktik pemberian fee proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong.
  • Setelah diamankan bersama beberapa pihak dan barang bukti, Fikri kemudian dibawa ke Jakarta melalui Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu untuk menjalani pemeriksaan lanjutan oleh KPK.

caristyle.co.id  Bupati Muhammad Fikri Thobari akhirnya dibawa ke Jakarta oleh tim Komisi Pemberantasan Korupsi setelah terjaring operasi tangkap tangan (OTT) di Bengkulu.

Pemindahan tersebut dilakukan pada Selasa (10/3/2026) pagi setelah pemeriksaan awal terhadap sejumlah pihak yang diamankan.

Rombongan yang terdiri dari Fikri dan penyidik KPK berangkat dari Mapolresta Bengkulu sekitar pukul 04.30 WIB menuju Bandara Fatmawati Soekarno.

Sejumlah kendaraan terlihat meninggalkan halaman Mapolresta dengan pengawalan ketat sebelum menuju bandara.

Setibanya di bandara, rombongan langsung diarahkan menuju area keberangkatan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, mereka diterbangkan ke Jakarta menggunakan pesawat milik Batik Air.

Pesawat tersebut lepas landas sekitar pukul 06.08 WIB sebagai bagian dari proses lanjutan penanganan perkara oleh KPK.

Sebelumnya, para pihak yang diamankan telah menjalani pemeriksaan awal di Mapolresta Bengkulu sejak Senin malam (9/3/2026).

Selama proses tersebut, aparat kepolisian juga terlihat melakukan pengamanan di sekitar lokasi.

Kronologi Penangkapan

Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto membenarkan bahwa Bupati Rejang Lebong termasuk pihak yang diamankan dalam operasi tersebut.

“Benar, Bupati Rejang Lebong,” ungkap Fitroh dalam keterangan pada Selasa (10/3/2026).

Penindakan bermula saat tim KPK melakukan pemantauan terhadap aktivitas Fikri di wilayah Kabupaten Bengkulu Selatan ketika menghadiri kegiatan internal pada Senin (9/3/2026).

Setelah itu, tim bergerak menuju kediaman pribadi Fikri di Jalan Hibrida, Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Gading Cempaka, Kota Bengkulu.

Di lokasi tersebut, penyidik menemukan adanya pertemuan antara Fikri dengan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Rejang Lebong, Hary Eko Purnomo.

Tak lama kemudian, sejumlah orang yang berada di rumah tersebut langsung diamankan oleh tim KPK.

Dalam operasi itu, penyidik turut menyita barang bukti berupa telepon seluler serta sejumlah uang yang diduga berasal dari kontraktor.

Di sisi lain, Kapolres Kepahiang AKBP Yuriko Fernanda menyampaikan bahwa tim KPK menggunakan Mapolres Kepahiang untuk melakukan pemeriksaan.

“Sebagai tempat aja (pemeriksaan yang dilakukan KPK) ada penggunaan tempat, dipinjam sejak pukul 23.00 WIB,” katanya.

Penangkapan ini berkaitan dengan dugaan praktik pemberian fee proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong.

Suasana Kediaman

Setelah kabar penangkapan mencuat, kediaman Fikri di kawasan RT 10 RW 04 Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Gading Cempaka, Kota Bengkulu menjadi perhatian.

Pantauan di lokasi menunjukkan rumah tersebut tertutup rapat dengan pagar berwarna hitam.

Lampu di bagian luar rumah terlihat masih menyala.

Seorang warga setempat bernama Kurnadi mengaku tidak mengetahui adanya penangkapan yang terjadi di rumah tersebut pada Senin malam.

“Kalau kemarin itu biasa aja, seperti biasa, tidak ada heboh-heboh,” ungkap Kurnadi saat ditanya TribunBengkulu.com, Selasa (9/3/2026) pukul 07.41 WIB.

Ia mengatakan sempat melihat mobil patroli pengawal masuk ke rumah itu sekitar dua hari sebelumnya.

Namun menurutnya, tidak terlihat aktivitas mencurigakan di sekitar rumah tersebut.

“Selama tinggal di sini belum ada bersosial ke warga sekitar, tertutup,” jelas Kurnadi.

Rekam Jejak Bupati Rejang Lebong

Muhammad Fikri Thobari lahir pada 4 Februari 1981.

Ia merupakan politikus dari Partai Amanat Nasional dan menjabat sebagai Bupati Rejang Lebong untuk periode 2025–2030.

Sebelum terjun ke dunia politik, Fikri menempuh pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen AMKOP Palembang dan Universitas Hazairin.

Dalam perjalanan karier politiknya, ia juga dipercaya menjabat sebagai Ketua DPD PAN Kabupaten Rejang Lebong.

Pada Pilkada 2024, Fikri maju sebagai calon bupati berpasangan dengan Hendri, seorang analis ideologi pada Badan Kesatuan Bangsa Kabupaten Musi Rawas.

Pasangan tersebut berhasil memenangkan pemilihan dengan perolehan 63.691 suara atau 44,07 persen dari total suara sah.

Namun perjalanan politiknya kini menjadi sorotan setelah ia terjaring operasi tangkap tangan KPK terkait dugaan praktik fee proyek di lingkungan pemerintah daerah yang dipimpinnya. (TribunNewsmaker/TribunBatam/Tribunnews)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *