Ringkasan Berita:
- Arsenal harus menunggu 24 tahun untuk memecahkan rekor Wayne Rooney sebagai pencetak gol termuda Everton ke gawang Arsenal yang terjadi pada tahun 2002.
- Rooney saat itu berusia 16 tahun 260 hari. Sedangkan Maax Dowman mencetak gol sat berusia 16 tahun 73 hari.
- Max Dowman mengantar Arsenal meraih kemenangan 2-0 atas Everton di Emirates Stadium, Minggu (15/3/2026).
caristyle.co.id – Malam spesial bagi Max Dowman, Arteta, Arsenal, dan publik Emirates Stadium yang bersorak girang menyambut tim kesayangan mereka menang 2-0 atas Everton, Minggu (15/3/2026).
‘Bocah’ ajaib itu mencatatkan namanya di buku sejarah Premier League sepanjang 33 musim. Dan yang lebih spesialnya, membalas apa yang pernah dilakukan Everton pada tahun 2002 silam.
Max Dowman, pemain jebolan akademi Arsenal mencetak satu gol dalam kemenangan Arsenal atas Everton. Gol tersebut menjadikannya sebagai pencetak gol termuda di Liga Inggris dengan usia 16 tahun 73 hari.
Ia berhasil melewati rekor pemain Everton James Vaughan (Everton) pada April 2005 saat berusia 16 tahun 270 hari.
Tiga tahun sebelum itu. Wayne Rooney, legenda tim biru Merseyside dan legenda bagi Man United juga berhasil mencetak sejarah sebagai pemain termuda yang mencetak gol di Liga Inggris.
Sejarah itu ia ciptakan saat melawan Arsenal saat berusia 16 tahun 260 hari.
Rooney mencetak gol dramatis di penghujung waktu pertandingan yang membuat Everton menang 2-1 atas Arsenal.

Momentum yang terjaga selama 24 tahun keberlangsungan Premier League dibayar tuntas oleh Max Dowman pada laga tadi malam atas Everton dengan skenario yang sama.
Max Dowman masuk pada menit ke-75 menggantikan Zubimendi. Pergantian yang tidak biasa dilakukan Arteta.
Masuknya Dowman membuat perubahan dalam permainan The Gunners, ia bermain melebar di sisi sayap, dan membiarkan Saka beroperasi lebih ke tengah.
Dampaknya luar biasa. Dowman menciptakan peluang untuk gol pertama Arsenal yang terjadi pada menit ke-89.
Umpan silangnya dari sayap kiri memantul dari Hincapie ke sisi tengah kotak penalti yang kemudian disontek Gyokeres karena berdiri bebas tanpa kawalan pemain Everton.
Di penghujung tambahan waktu babak kedua, menit ke-90+7 ia mencatatkan Namanya di papan skor pertandingan.
Berawal dari bola sudut Everton pada peluang terakhir mereka, Pickford memutuskan meningggalkan areanya untuk membantu serangan di kotak penalti.
Tapi sayang, bola sudut itu berhasil diblok, Dowman mendapatkan bola dari tengah lapangan, ia menggiring bola, melewati dua adangan pemain Everton, dan berlari bebas menuju gawang kosong.
Tidak ada hambatan yang membuatnya melepaskan tendangan dengan tenang ke gawang Everton.
Gol tersebut menjadi penutup dalam laga ini, sekaligus memastikan Arsenal unggul 9 poin atas Man City setelah ditahan imbang 1-1.
Daftar pencetak gol termuda di Liga Inggris
- Max Dowman (Arsenal) – 15 Maret 2026 – 16 tahun 73 hari
- James Vaughan (Everton) – April 2005 – 16 tahun 270 hari
- James Milner (Leeds United) – Desember 2002 – 16 tahun 356 hari
- Wayne Rooney (Everton) – Oktober 2002 – 16 tahun 260 hari
- Rio Ngumoha (Liverpool) – Agustus 2025 – 16 tahun 361 hari
Usai laga, Arteta riang gembira, ditambah dengan senyum lebar yang tampak pada sesi konferensi pers media.
Drama di menit akhir, gol yang diciptakan oleh pemain muda dan berujung sejarah, publik Emirates yang bergemuruh menyambut peluang juara semakin nyata, semua ia definisikan sebagai malam istimewa.
“Itu adalah momen yang luar biasa, terutama dengan cara gol itu tercipta. Itu adalah salah satu momen yang menurut saya aan kita ingat untuk waktu yang sangat, sangat lama,” kata Arteta usai pertandingan, dikutip dari laman resmi klub.
“Saya sangat menikmati keinginan tak kenal Lelah dari tim, dari aksi ke aksi, untuk mengerahkan semua yang kami miliki demi meraih kemenangan.”
“Dan tentu saja, cara kemenangan itu terjadi di beberapa menit terakhir, semua perayaan, atmosfer, energi, gol dari Max, semuanya menjadikan itu sangat istimewa,” jelasnya.
Firasat Arteta
Menurunkan Dowman di saat bangku cadangan tak ada lagi sosok gelandang kreatif karena Odegaard cedera, dan Noorgard yang jadi opsi lainnya, Arteta lebih memilih dengan memainkan Dowman.
Ia mengaku memiliki firasat yang baik ketika menurunkan bocah berusia 16 tahun tersebut.
Hal itu berkaca dari apa yang ditunjukkan Dowman selama proses persiapan melawan Everton.
“Saya punya firasat,” ungkapnya, dikutip dari Sky Sports.
“Kemarin dia sedang berlatih dan saya punya firasat bahwa itu adalah momen baginya, mungkin karena dia tampaknya tidak terpengaruh oleh kesempatan, momen, konteks, atau lawannya.”
“Dia bermain dengan sangat alami. Dia mengambil keputusan untuk menciptakan peluang dan apa yang dia hasilkan sungguh luar biasa,” jelasnya.
Dari kacamata Arteta, di usia yang begitu muda bagi Dowman adalah tekanan dan ekspektasi.
Spekulasi beredar, di saat tim membutuhkan gol untuk kemenangan, Arteta alih-alih memberikan kesempatan kepada pemain yang belum berpengalaman.
Tapi nyatanya, Dowman mampu merubah dan mematahkan stigma tersebut dengan kontribusinya untuk laga tersebut.
“Melakukannya di usia tersebut, dalam konteks ini, dengan tekanan dan ekspektasi untuk memenangkan pertandingan, itu bukanlah hal yang normal,” bebernya.
“Itu wajar baginya. Dia tidak merasakan tekanan. Dia melakukan apa yang dia rasakan dan ketika Anda memiliki bakat seperti itu, saya yakin hal-hal baik akan terjadi.”
“Dia mengubah jalannya pertandingan setiap kali mendapatkan bola. Dia membuat segalanya terjadi dan kami terlihat lebih mengancam.”
“Seluruh staf dan pemain di bangku cadangan ikut bersorak Bersama penonton, itu adalah hari yang indah,” tutupnya.
Arsenal kini memimpin persaingan gelar juara Liga Inggris dengan keunggulan 9 poin dari Man City yang masih memiliki satu pertandingan lebih banyak daripada The Gunners.
(Tribunnews.com/Sina)



