Strategi kelola THR agar tetap produktif, ini empat caranya versi IPOT

Posted on

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Momen Lebaran identik dengan cairnya Tunjangan Hari Raya (THR). Namun, tanpa pengelolaan yang tepat, dana tersebut kerap habis dalam waktu singkat akibat tingginya konsumsi selama periode libur.

PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) menilai fenomena ini bukan sekadar soal pengeluaran musiman, tetapi juga terkait cara masyarakat mengelola uang tambahan agar tetap berdampak bagi kondisi keuangan jangka panjang.

Chief Marketing Officer PT Indo Premier Sekuritas, Sergio Ticoalu, mengatakan THR seharusnya menjadi momentum untuk mulai menerapkan pola pikir “smart money”, yakni mengalokasikan dana secara lebih strategis.

Prospek Prodia (PRDA) Dinilai Tetap Tumbuh Moderat, Ini Rekomendasi Analis

“Momentum THR sebenarnya adalah kesempatan bagus untuk mulai berpikir seperti smart money, bukan sekadar membelanjakan uang, tapi mengalokasikannya agar sebagian tetap bisa tumbuh,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (17/3/2026).

Menurutnya, pendekatan ini penting agar dana THR tidak hanya numpang lewat di rekening, tetapi bisa menjadi awal membangun kebiasaan finansial yang lebih sehat.

IPOT pun membagikan sejumlah strategi agar dana THR dapat dikelola secara lebih produktif. Pertama, memperkuat dana darurat sebagai fondasi keamanan finansial. Alokasi dana cadangan dinilai penting untuk mengantisipasi kebutuhan tak terduga tanpa mengganggu rencana keuangan. “Ini penting agar kondisi finansial tetap stabil sepanjang tahun,” jelas Sergio.

Kedua, memanfaatkan sisa dana untuk investasi dengan dasar keyakinan dan analisis yang matang, bukan sekadar mengikuti tren pasar. “Investor yang sehat adalah mereka yang punya conviction terhadap keputusan investasinya,” katanya.

Ketiga, meningkatkan literasi finansial guna membangun kepercayaan diri dalam mengambil keputusan investasi. “Semakin kita mengerti cara kerja pasar dan instrumen investasi, semakin baik pula keputusan yang bisa kita ambil,” tambahnya.

Keempat, menempatkan dana pada instrumen yang tetap likuid namun produktif, seperti rekening dana nasabah berbasis aplikasi investasi, agar dana tidak mudah terpakai untuk kebutuhan konsumtif.

Rupiah Masih Tertekan, Yield SBN Naik Jadi Alarm Fiskal Pemerintah

Sergio menegaskan, konsep smart money bukan berarti menahan diri dari menikmati momen Lebaran, melainkan memastikan sebagian dana tetap bekerja setelah periode liburan berakhir. “Bukan berarti tidak menikmati Lebaran, tapi bagaimana sebagian uang tetap bisa dimanfaatkan untuk masa depan,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *