caristyle.co.id

caristyle.co.id – JAKARTA. Prospek emiten yang tergabung dalam indeks LQ45 dinilai cukup positif seiring meningkatnya minat investor terhadap saham-saham dengan fundamental kuat. Berdasarkan data statistik Bursa Efek Indonesia (BEI) per Rabu (4/2/2026), indeks LQ45 berada di level 832,795 atau naik tipis 1,1% dibandingkan perdagangan sebelumnya. Secara tahun berjalan, indeks LQ45 masih mencatatkan pelemahan 1,63%, namun kondisi ini membaik…

caristyle.co.id JAKARTA. Sejumlah emiten yang terafiliasi dengan konglomerat Prajogo Pangestu, yakni PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), kompak melakukan aksi pembelian kembali saham (buyback) di tengah kondisi pasar saham yang berfluktuasi tajam. Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), BRPT mengalokasikan dana buyback sebesar Rp 1 triliun. Sementara…

caristyle.co.id JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) menghitung jika batas minimal free float naik dari 7,5% menjadi 15%, akan ada 267 perusahaan tercatat alias emiten yang terdampak atau belum memenuhi ketentuan tersebut. Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia I Gede Nyoman Yetna menjelaskan dari 267 emiten tersebut, 49 perusahaan tercatat di antaranya merupakan emiten dengan kapitalisasi pasar besar alias big cap. “Ada 49 di dalamnya…

caristyle.co.id JAKARTA. Prospek emiten yang tergabung dalam indeks LQ45 dinilai menarik untuk dicermati dalam jangka panjang, terutama di tengah meningkatnya volatilitas pasar dan tekanan pada saham-saham spekulatif. Sebagai informasi, menurut statistik Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga akhir perdagangan Selasa (3/2/2026), indeks LQ45 yang berisikan saham-saham berkapitalisasi tinggi mencatatkan kenaikan 2,17% secara harian, lebih baik…

caristyle.co.id JAKARTA. PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel terus memperkuat prospek pertumbuhan jangka menengah melalui ekspansi agresif jaringan serat optik (fiber) Sejalan dengan itu, segmen serat optik MTEL mencatat pertumbuhan 23,9% YoY menjadi Rp 431 miliar hingga sembilan bulan pertama 2025. Analis NH Korindo Sekuritas Leonardo Lijuwardi membidik kontribusi pendapatan segmen fiber diperkirakan dapat mencapai 6,2% dari…