Airlangga sebut pertumbuhan ekonomi RI 2025 lebih tinggi dari China-Eropa

Posted on

Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebutkan pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang tahun 2025 lebih tinggi dari beberapa negara G20, seperti China dan Uni Eropa.

Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan ekonomi Indonesia tumbuh 5,39 persen pada kuartal IV 2025, tertinggi sejak pandemi COVID-19, dan 5,11 persen sepanjang tahun 2025.

“Pertumbuhan ini lebih tinggi dari China yang 5 persen, Arab Saudi 4,5 persen, EU hanya tumbuh 1,5 persen,” kata Airlangga saat Pertemuan Tahunan Industri Jasa keuangan 2026, dikutip Jumat (6/2).

Airlangga menyebutkan, pertumbuhan ekonomi nasional ditopang oleh sektor konsumsi yang tetap kuat, tumbuh 5,11 persen pada kuartal IV 2025 dan 4,98 persen sepanjang tahun 2025. Menurutnya, konsumsi ini terutama didorong oleh bantuan sosial (bansos) dan stimulus yang disalurkan pada akhir tahun lalu.

Selain itu, ekonomi juga ditopang oleh investasi yang tumbuh 6,12 persen dan ditunjang oleh percepatan belanja pemerintah dengan pertumbuhan 44,2 persen yang dinilai mendukung daya beli serta akselerasi ekonomi.

Kemudian dari sisi ekspor dan impor barang dan jasa tumbuh sebesar 7,03 persen pada kuartal IV 2025 dan secara tahunan naik sebesar 4,77 persen pada tahun 2025.

Airlangga menambahkan, hampir seluruh sektor mengalami pertumbuhan, yakni sektor industri pengolahan tumbuh 5,4 persen, sektor perdagangan tumbuh 6,07 persen, transportasi dan pergudangan naik 8,98 persen, lalu sektor pertanian tumbuh 5,14 persen, dan sektor-sektor lain seperti pariwisata, akomodasi dan makanan minuman, tumbuh 7,15 persen.

Sementara dari sisi makro ekonomi, dia memastikan masih terjaga yakni terlihat dari laju inflasi yang terjaga di 2,92 persen pada Desember 2025, meskipun sempat naik pada Januari 2026 menjadi 3,55 persen.

Selanjutnya, cadangan devisa Indonesia juga masih terjaga USD 156,5 miliar atau setara dengan 6,2 bulan impor. Lalu, defisit fiskal pada tahun 2025 masih di bawah 3 persen yakni 2,92 persen, pertumbuhan kredit per Desember 2025 juga tumbuh 9,6 persen dengan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar USD 13,83 miliar.

“Rasio utang terhadap PDB juga di bawah 40 persen, dalam range 36-39 persen dan di bawah batas yang diatur oleh undang-undang, yaitu 60 persen. Kemudian juga utang kita itu 70 persen rupiah, jadi ini situasi makronya relatif aman, dari segi utang korporasi, dari segi lindung nilai terlindungi,” tegas Airlangga.

Usai acara, Airlangga menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di posisi ketiga dari seluruh negara G20, sementara di ASEAN berada di bawah Vietnam.

“Dan kalau kita lihat dibandingkan China, Amerika Serikat, dan negara EU kita tumbuhnya lebih tinggi, dan negara-negara OECD, IMF, World Bank itu tetap memperkirakan ekonomi di tahun ini itu bisa antara 4,8 sampai 5,1 persen,” kata Airlangga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *