Bayar utang, Panca Mitra (PMMP) lepas aset senilai Rp 135 miliar

Posted on

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Panca Mitra Multiperdana Tbk (PMMP) melepas sejumlah aset senilai Rp 135 miliar sebagai bagian dari langkah restrukturisasi dan peningkatan efisiensi operasional. Aset yang dijual meliputi tanah, bangunan, serta sarana produksi milik anak usaha perseroan, PT Tri Mitra Makmur (TMM), yang berlokasi di Situbondo.

Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan pada Senin (16/3/2026), manajemen menjelaskan bahwa langkah tersebut dilakukan dalam rangka proses restrukturisasi utang. Salah satu kreditur perbankan dari entitas anak meminta penjualan sebagian aset yang dijadikan jaminan pinjaman.

Setelah melalui beberapa kali pembahasan dengan pihak perbankan, PMMP akhirnya memutuskan untuk melepas aset berupa tanah, bangunan, mesin, dan fasilitas produksi yang berada di TMM 1, TMM 2, dan TMM 4. 

Rupiah Melemah ke Rp 16.997 Per Dolar AS Hari Ini (16/3), Rekor Penutupan Terburuk

“Transaksi perseroan ini akan berdampak pada penurunan biaya bunga serta biaya operasional yang lebih efisien. Manajemen berpendapat bahwa transaksi ini tidak akan mempengaruhi pendapatan PMMP karena untuk memenuhi pesanan pembelian dari pelanggan saat ini, barang produksi bisa  dikerjakan dari plant lain yang masih aktif,” kata manajemen di keterbukaan informasi, Senin (16/3/2026).

Secara rinci, aset TMM1, TMM2, TMM4 terletak di Jalan Wonokoyo RT 002 RW 003 Desa Landangan Kecamatan Kapongan Kabupaten Situbondo Propinsi Jawa Timur. Luas tanah seluas 66.835 meter persegi yang terdiri dari 23 bangunan yakni bangunan kantor, pabrik, ruang mesin, ruang ganti dan toilet, laboratorium, poliklinik, rumah genset,  gudang, ruang mesin, Pos jaga dan Mushola dengan sarana dan prasarana pendukung, mesin-mesin dan peralatan produksi. 

Selain penjualan aset, PMMP juga tengah menjalankan sejumlah langkah efisiensi operasional. Beberapa di antaranya meliputi rasionalisasi jumlah karyawan, penghentian sementara operasional sejumlah fasilitas produksi yang tidak terpakai, serta pemusatan kegiatan produksi pada pabrik dengan kapasitas terbesar yang mampu memproduksi seluruh lini produk.

Langkah efisiensi ini dilakukan seiring dengan melemahnya permintaan dari pasar Amerika Serikat sejak awal 2024, yang memaksa perusahaan menyesuaikan kapasitas produksinya.

Harga CPO Naik, Kebijakan Biodiesel Indonesia Jadi Penopang

Saat ini, PMMP memiliki total sembilan fasilitas produksi yang tersebar di dua lokasi, yakni dua plant di Tarakan, Kalimantan Utara, serta tujuh plant di Situbondo, Jawa Timur. Dari tujuh fasilitas di Situbondo tersebut, empat di antaranya dimiliki oleh perusahaan anak.

Sejak awal 2025, PMMP juga mulai menonaktifkan beberapa fasilitas produksi yang tidak digunakan. Hal ini dilakukan karena kegiatan produksi dipusatkan pada pabrik dengan kapasitas terbesar yang mampu memproduksi seluruh jenis produk. Penonaktifan tersebut juga bertujuan untuk menekan biaya operasional, seperti konsumsi listrik, biaya pemeliharaan, dan pengeluaran lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *