Bekas pimpinan gereja yang mengaku telah melecehkan anak-anak masih bebas di Kanada

Posted on

Peringatan: Artikel ini mengandung detail yang mungkin mengganggu bagi sebagian pembaca.

Mantan pemimpin gereja Kristen yang mengaku kepada BBC telah melakukan pelecehan seksual terhadap seorang anak di Kanada, masih bebas—lebih dari dua tahun setelah mengakui perbuatannya.

Robert Corfield—yang namanya masuk di antara 1.100 nama yang dilaporkan melalui hotline aduan pelecehan seksual di dalam gereja—berterus terang kepada BBC bahwa dirinya telah melakukan kekerasan seksual terhadap Michael Havet pada 1980-an.

Corfield diketahui memberikan pelayanan pada gereja yang sering disebut gereja The Truth atau Two by Twos. Gereja itu menjadi obyek penyelidikan FBI sebulan setelah BBC menerbitkan investigasinya pada awal 2024. Meski telah didatangi penyelidik lebih dari setahun lalu, Corfield masih bebas dan berada di Montana, Amerika Serikat.

Belum lama ini, BBC berbincang dengan pria yang mengaku juga menjadi korban pelecehan seksual oleh Corfield ketika pria tersebut berusia 11 tahun.

Peristiwa traumatis itu terjadi pada 1974, sekitar satu dekade sebelum Corfield melecehkan Michael Havet.

Corfield sebelumnya mengaku kepada BBC tidak pernah melecehkan orang lain.

FBI tidak memberikan tanggapan ketika ditanya terkait hal ini.

Kepolisian Kerajaan Kanada (RCMP) menjelaskan telah melakukan penyelidikan setelah muncul laporan tentang serangan seksual terhadap Michael Havet pada awal 1980-an di Saskatchewan. Temuan dari penyelidikan itu juga telah dikirimkan pada Jaksa Penuntut Umum untuk dievaluasi.

Sementara itu, Kementerian Kehakiman Saskatchewan memilih “tidak berkomentar mengenai kasus-kasus yang sedang diselidiki oleh polisi ini”.

Gereja The Truth ini diyakini memiliki hingga 100.000 anggota di seluruh dunia. Mayoritas jemaatnya berada di Amerika Utara.

Organisasi yang didirikan di Irlandia oleh penginjil Skotlandia pada 1897 ini berpusat pada para pendeta yang menyebarkan ajaran Perjanjian Baru melalui mulut ke mulut. Para pendeta ini disebut oleh gereja sebagai pekerja.

Salah satu ciri khas dari para pekerja ini adalah kewajiban menyerahkan harta benda mereka dan harus diambil oleh anggota gereja saat para pekerja ini berkeliling menyebarkan Injil.

Sistem ini membuat anak-anak yang tinggal di rumah yang dikunjungi pekerja menjadi rentan terhadap manipulasi, kata mantan anggota.

Dihubungi melalui telepon pada Desember 2025, Corfield mengatakan kepada BBC bahwa dia telah dikunjungi oleh FBI setahun yang lalu.

“Mereka menemui saya secara langsung. Mereka pada dasarnya meninjau informasi dan saya hanya menjawab dengan jujur,” katanya.

Ketika ditanya apakah ia memberitahukan tentang penyiksaan yang dilakukan pada Michael, Corfield sempat mengiyakan sebelum menambahkan: “Itu terjadi setahun yang lalu sehingga saya tidak ingat semua detailnya.”

Serangan seksual yang dilakukan Corfield itu terjadi saat Michael berusia 12 tahun dan berlangsung selama enam tahun. Kini, Michael telah berusia 57 tahun.

Kepada BBC, Corfield juga menyatakan FBI “puas dan saya tidak dihubungi oleh siapa pun sejak saat itu”.

Ketika ditanya apakah ia takut ditangkap, Corfield mengatakan: “Saya sadar ada kemungkinan itu.”

Ia pun tidak lagi menghadiri pertemuan gereja.

Korban lain

Pada Januari 2026, ada pria yang menghubungi BBC mengenai pelecehan yang dialaminya dan dilakukan oleh Corfield.

Pria itu—sebut saja Edward untuk melindungi identitasnya—mengungkapkan Corfield menyerangnya saat berkemah di Kanada pada 1974.

“Robert marah kepada saya karena sesuatu. Saya tidak ingat persis apa itu. Lalu, dia memanggil saya ke dalam kemah,” katanya.

“Saya hanya ingat dia marah dan menahan saya. Saya hanya ingat bantal-bantal dengan penutup bermotif bunga aneh tahun 70-an. Dia akhirnya menahan saya di atas tempat tidur,” tambahnya.

“Dia berubah dari marah menjadi melakukan pelecehan seksual terhadap saya.”

Edward mengingat kejadian lain saat sekelompok anak laki-laki berenang dan dia melihat Corfield menonton dengan “selimut di pangkuannya dan melakukan sesuatu yang tidak pantas di bawah selimut”.

Corfield “selalu dalam mode manipulatif untuk tujuan eksploitasi,” kata Edward.

Ketika Edward mencoba memberitahu orang tuanya tentang apa yang dilakukan Corfield padanya, “mereka bahkan tidak mau mendengarnya”.

Kekuatan para pekerja di gereja membuat mereka sulit ditentang.

“Saat insiden saya dengan Robert terjadi, saya mencoba berbicara dengan orang tua saya tentang hal itu. Tapi keduanya tidak mau tahu, karena Robert adalah seorang pendeta yanga artinya tidak pernah salah,” kata Edward.

“Rumah kami terbuka untuk semua orang, para pekerja memiliki kunci rumah,” tambahnya.

“Mereka berada di atas podium, mereka adalah kompas moral. Keluarga kami tidak memiliki kompas moral sendiri, mereka hanya menilai benar dan salah berdasarkan apa yang dikatakan para pekerja. Benar dan salah bukan tentang apa yang dikatakan hati atau jiwa Anda.”

Edward melaporkan serangan tersebut kepeada Kepolisian Kanda pada 2024, tapi kejaksaan menolak untuk mnindaklanjuti kasus tersebut karena kurangnya bukti.

Corfield menolak berkomentar tentang tuduhan terbaru saat dihubungi pekan lalu.

Namun, BBC telah memperoleh dua surat pribadi yang dikirim Corfield kepada Michael pada 2004 dan 2005. Surat itu berisi permintaan maaf dan mengatakan dia sedang menjalani terapi. Dalam salah satu surat, Corfield berkata dia “membuat daftar korban”.

Korban kekerasan sulit mendapat keadilan

Gereja The Truth dilanda krisis pelecehan seksual sejak lebih dari 1.500 anggota aktif dan mantan anggota gereja menghubungi hotline yang didirikan oleh kelompok kampanye Advocates for The Truth pada 2023.

Advocates telah menghentikan operasinya, tapi salah satu pendiri dan penyelidik swasta, Cynthia Liles, masih mengelola hotline tersebut dengan nama 2×2 Church Accountability.

Menurut Liles, ada 1.164 tuduhan pelecehan seksual. Dari jumlah tersebut, lebih dari setengah tudingan melibatkan mereka yang berada dalam posisi kekuasaan.

Ada sekitar 75 vonis hukuman. Namun, nama Corfield tidak termasuk meski telah mengaku melakukan pelecehan seksual terhadap seorang anak selama enam tahun. Bahkan, ia tetap bebas.

“Saya bingung dengan penegakan hukum di Kanada. Robert adalah seorang pedofil yang mengaku bersalah. Dia bertanggung jawab atas pelecehan terhadap saya selama enam tahun,” kata Michael kepada BBC dalam sebuah pesan.

Michael berkata juga ingin melihat kepemimpinan gereja diadili mengingat beberapa lainnya dituduh menutupi pelecehan.

Dalam investigasi BBC, Michael melaporkan pelecehan yang dialaminya pada 1993 kepada Dale Shultz, pemimpin gereja tertinggi di Saskatchewan yang dikenal sebagai “pengawas”.

Pengawas adalah anggota gereja tertinggi. Tiap negara bagian AS dan provinsi Kanada yang memiliki jemaat aktif terdapat satu pengawas.

Sayangnya, Shultz tidak melaporkan ke polisi terkait insiden yang menimpa Michael. Shultz justru menyerang Michael secara brutal beberapa minggu kemudian karena mengira Michael telah memberitahu orang lain tentang tuduhan pelecehan tersebut.

Michael juga membeberkan bahwa Shultz kemudian “mendorong” dia untuk meninggalkan gereja, sedangkan Corfield dipindahkan menjadi pendeta di negara bagian Montana, Amerika Serikat.

Corfield mengatakan kepada BBC pada 2024 bahwa dia yakin keputusan untuk mengirimnya ke Montana adalah keputusan Shultz. Pria itu pun tetap menjabat sebagai pengawas selama 25 tahun.

Shultz sebelumnya mengatakan kepada BBC bahwa “banyak informasi yang Anda terima tentang saya telah terdistorsi dan tidak akurat”. Namun, dia menolak untuk memberikan rincian lebih lanjut.

“Saya frustrasi karena RCMP [Kepolisian Kanada] menolak melibatkan pimpinan lainnya. Mereka telah mengecewakan anggota,” kata Michael pekan lalu.

“Robert bersalah, tentu saja. Dale dan semua yang memfasilitasi juga bersalah,” tambahnya.

Edward bilang “ini benar-benar konyol” mengenai Corfield yang masih bebas.

“Jenis tekanan apa yang dibutuhkan RCMP untuk mengambil langkah ini?” katanya.

RCMP mengarahkan pertanyaan kepada Kementerian Kehakiman Saskatchewan, yang menolak untuk berkomentar.

Gereja sempat melakukan upaya penanganan krisis pelecehan seksual ini, bahkan bekerjasama dengan organisasi untuk membantu kelompok Kristen ini menghadapi pelecehan seksual. Namun, gereja akhirnya menghentikannya dan membatalkan kebijakan terkait pelecehan seksual ini.

“Mereka hanya mengatakan: ‘Kami tidak membutuhkan semua ini, kami hanya akan menggunakan Alkitab,'” kata Liles.

“Ini langkah mundur, karena saya pikir mereka akan memulai perubahan.”

Selanjutnya, banyak pelaku pelecehan seksual kembali menghadiri pertemuan gereja, kata Liles, termasuk pria di Arizona yang dihukum penjara karena pemerkosaan pada 1969. Pria itu malah diangkat menjadi penatua gereja setelah dibebaskan, dan kemudian melanjutkan pelecehan terhadap anak-anak lain di dalam gereja.

BBC menghubungi beberapa pengawas gereja untuk komentar, tapi tidak mendapatkan tanggapan.

Meskipun proses hukum berjalan lambat bagi para korban, banyak di antara mereka yang terhubung secara online. Sebuah grup Facebook bernama ‘Exposing Abuse: 2x2s’ memiliki lebih dari 10 ribu anggota dari seluruh dunia yang saling memberikan dukungan.

Setelah pengakuan publik Corfield sekitar dua tahun lalu, Edward menghubungi Michael.

“Saya menghubungi Michael segera setelah itu, dan kami berhasil tetap terhubung selama beberapa tahun terakhir dan membangun hubungan,” katanya.

“Bagi kami, bisa saling mengenal itu menghilangkan perasaan terisolasi bahwa hanya ‘saya melawan dunia’, karena sebenarnya kami melawan gereja.”

Edward kini juga menerima konseling untuk mengatasi pengalamannya di gereja.

“Bukan gereja yang membiayai sesi konseling saya, melainkan sekelompok mantan anggota gereja,” katanya.

“Itu benar-benar anugerah bagi saya.”

  • Pelecehan seksual berkedok pengudusan di Bogor: ‘Korban trauma dengan pendeta laki-laki’
  • ‘Kebaikan kami sebagai jemaat dibalas dengan tuba’, dugaan kekerasan seksual oleh calon pendeta di NTT
  • Ratusan pastor di AS ‘melecehkan ribuan anak’
  • Belasan uskup Prancis dituduh lakukan pelecehan, seorang kardinal akui pernah lecehkan gadis 14 tahun
  • Korban pelecehan pertanyakan tindakan Paus Fransiskus terhadap predator seks
  • Cerita perempuan korban kekerasan seksual sekte Jesus Army di Inggris – ‘Mereka bilang perempuan adalah pendosa’

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *