
Biaya pengiriman minyak mentah dari Amerika Serikat ke Asia kini mencapai level tertinggi sepanjang sejarah. Mahalnya ongkos kirim ini membuat sejumlah transaksi gagal terealisasi.
Berdasarkan data Baltic Exchange di London, biaya sewa kapal tanker super untuk mengangkut dua juta barel minyak dari Pantai Teluk AS ke China mencapai lebih dari USD 29 juta pada Rabu (4/3). Angka tersebut merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah dan sekitar dua kali lipat dibandingkan dua minggu lalu.
Dikutip dari Bloomberg, Kamis (5/3), tarif pengiriman itu setara dengan sekitar USD 14,50 per barel atau hampir 20 persen dari harga minyak West Texas Intermediate (WTI) yang berada di kisaran USD 75 per barel pada hari yang sama.
Harga minyak WTI dan Brent melonjak minggu ini setelah AS dan Israel melancarkan serangan ke Iran, yang kemudian dibalas oleh Iran dengan serangan terhadap negara-negara di Timur Tengah. Konflik tersebut secara efektif menghentikan lalu lintas kapal di Selat Hormuz, jalur pengiriman energi paling penting di dunia.
Karena pasokan dari Teluk Persia terganggu, pembeli di Asia beralih mencari minyak dari AS. Di saat yang sama, pasokan dari kawasan Atlantik juga menjadi lebih mahal karena premi harga meningkat.
Kondisi ini turut mendorong kenaikan harga beberapa jenis minyak AS, seperti Mars Blend, yang premi harganya terhadap WTI mencapai level tertinggi sejak 2020, menurut data General Index.
Meski demikian, belum jelas berapa lama tren ini akan bertahan.
Sementara berdasarkan data Tankers International, sejumlah pemesanan kapal tanker super untuk mengangkut minyak dari Pantai Teluk AS yang beredar di pasar pekan ini mulai dibatalkan dalam 24 jam terakhir.
Menurut sejumlah broker kapal, perusahaan penyulingan Thailand PTT sempat memesan kapal dengan biaya sekitar USD 29 juta. Namun kesepakatan tersebut kemudian batal. Pembatalan seperti ini memang cukup umum terjadi ketika tarif pengiriman bergerak sangat cepat.
Pada rute utama industri, dari Timur Tengah ke China, pendapatan kapal melonjak hingga USD 475.000 per hari. Namun jumlah pemesanan aktual tetap terbatas karena jalur Selat Hormuz masih ditutup.
Ketersediaan kapal tanker kini sangat terbatas sehingga penyewa kapal harus membayar tarif harian hampir setara dengan biaya sewa rig pengeboran lepas pantai paling canggih. Perusahaan Transocean Ltd, misalnya, mengenakan tarif rata-rata sekitar USD 470.000 per hari untuk rig ultra-deepwater pada kuartal terakhir 2025.



