Bidik pertumbuhan kinerja di 2026, simak strategi Sinar Eka Selaras (ERAL)

Posted on

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Emiten di sektor ritel, PT Sinar Eka Selaras Tbk (ERAL) membidik pertumbuhan kinerja positif pada tahun 2026.

Direktur Utama PT Sinar Eka Selaras Tbk, Djohan Sutanto, menyampaikan optimisme perusahaan terhadap kinerja bisnis sepanjang 2026.

Ia berharap kondisi makroekonomi dan geopolitik global tetap stabil sehingga dapat menopang pertumbuhan usaha perusahaan.

Djohan menilai, dengan asumsi stabilitas ekonomi dan geopolitik tersebut, kinerja bisnis ERAL masih berpeluang tumbuh positif pada tahun ini. 

“Kami masih sangat optimistis terhadap prospek pertumbuhan bisnis ERAL ke depan,” kata Djohan kepada Kontan, Kamis (22/12026).

Strategi Sinar Eka Selaras (ERAL) Pacu Pertumbuhan Kinerja di Semester II-2025

Terkait kinerja keuangan, Djohan menolak memaparkan target kinerja fundamental baik laba maupun pendapatan perusahaan di tahun ini. Yang jelas, perusahaan telah menyiapkan berbagai rencana bisnis agar seluruh segmen usaha ERAL mampu mencatatkan pertumbuhan yang positif sepanjang 2026.

Sementara itu, untuk segmen otomotif, khususnya terkait merek kendaraan listrik Xpeng, ERAL juga belum dapat mengungkapkan target pemesanan kendaraan atau surat pemesanan kendaraan (SPK) pada tahun ini.

Namun, Djohan menegaskan perusahaan akan terus memperkuat strategi pengembangan merek tersebut.

Menurutnya, ERAL akan melanjutkan investasi pada brand Xpeng melalui perluasan aktivitas pemasaran dan promosi secara aktif kepada calon pelanggan. 

Selain itu, perusahaan juga berencana menambah jumlah dealer Xpeng di sejumlah kota di Indonesia. Langkah ini diharapkan dapat mendekatkan Xpeng dengan konsumen serta mendukung pertumbuhan penjualan ke depan.

Hingga September tahun 2025 lalu, pendapatan ERAL mampu bertumbuh 25,11% menjadi Rp 4,29 triliun, dibandingkan Rp 3,43 triliun pada posisi yang sama tahun sebelumnya.

Laba Sinar Eka Selaras (ERAL) Turun pada Semester I-2025, Ini Sebabnya

Namun, laba bersih Sinar Eka Selaras justru menyusut ke angka Rp 124,98 miliar, atau lebih rendah 20,55% dari laba bersih di periode yang sama 2024 yang sebesar Rp 157,32 miliar

Dalam kesempatan terpisah, Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Abdul Azis Setyo Wibowo memproyeksikan kinerja ERAL pada 2026 tetap tumbuh secara moderat dengan penopang utama dari ekspansi jaringan ritel, penguatan omnichannel, serta kontribusi diversifikasi produk di luar gadget, meski laju pertumbuhan laba diperkirakan lebih konservatif karena fokus efisiensi dan normalisasi permintaan pasca-pemulihan konsumsi.

“Sentimen pendukung kinerja ERAL di 2026 berasal dari ekspansi gerai yang terukur, penetrasi segmen lifestyle dan wearables, serta potensi pertumbuhan bisnis baru seperti EV,” ujar Azis kepada Kontan, Kamis (22/1/2026). 

Adapun sementara sentimen pemberat mencakup tekanan margin akibat biaya operasional ritel, fluktuasi daya beli masyarakat, serta persaingan ketat di industri ritel elektronik dan gaya hidup. 

Sinar Eka Selaras (ERAL) Raup Penjualan Rp 2,61 Triliun pada Semester I-2025

Khusus segmen otomotif, terutama kendaraan listrik (EV), analis menilai lini bisnis ini masih prospektif di 2026 karena tren adopsi EV yang terus meningkat dan dukungan ekosistem, meskipun dalam jangka pendek kontribusinya terhadap laba ERAL diperkirakan masih terbatas dan lebih bersifat sebagai growth option jangka menengah panjang.

Azis merekomendasikan trading buy saham ERAL dengan target harga di Rp 356 per saham sampai Rp 360 per saham.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *