Bursa Asia melemah di pagi ini (13/3), Indeks Nikkei 225 dan Indeks Kospi anjlok 1%

Posted on

caristyle.co.id  JAKARTA. Bursa Asia mayoritas melemah pada perdagangan pagi hari ini. Jumat (13/3/2026) pukul 08.20 WIB, indeks Nikkei 225 anjlok 1,13% ke 53.835,35. Sejalan, indeks Hang Seng dibuka melemah 0,52% ke 25.583,55.

Sementara itu, indeks Taiex terlihat anjlok 1,52% menjadi 33.072,33 dan indeks Kospi melemah 1,34% ke 5.508,53. Sementara itu, indeks ASX 200 menguat 0,36% ke 8.660.

Di sisi lain, FTSE Straits Times bergerak tipis ke 4.855,25 dan FTSE Malay KLCI turun 0,68% ke 1.699,34. 

Pasar Asia-Pasifik dibuka melemah karena harga minyak melonjak akibat kekhawatiran baru bahwa konflik berkepanjangan di Timur Tengah dapat semakin mempersempit pasokan energi, memicu kekhawatiran akan penurunan ekonomi global.

Intip Rekomendasi Saham Merdeka Gold Resources (EMAS) yang Cetak Rugi Bersih di 2025

Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, mengatakan dalam pidato Kamis (12/3/2026) malam bahwa Selat Hormuz, jalur vital untuk perdagangan minyak global, harus tetap ditutup dan Teheran dapat membuka front lain dalam perang jika konflik berlanjut.

Komandan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Iran, Alireza Tangsiri, juga menegaskan kembali ancaman tersebut dalam sebuah unggahan media sosial, memperingatkan tentang “pukulan terkeras bagi musuh agresor.”

Para petaruh di pasar prediksi Kalshi menaikkan taruhan mereka bahwa ekonomi AS mungkin akan memasuki resesi tahun ini, dengan kemungkinan meningkat menjadi 32% — level tertinggi tahun ini.

Patokan internasional minyak mentah Brent ditutup melonjak 9,22% ke US$ 100,46 per barel pada hari Kamis. Ini adalah pertama kalinya harga Brent ditutup di atas US$ 100 sejak Agustus 2022. Sejana, harga kontrak berjangka West Texas Intermediate (WTI) ditutup naik 9,72% ke US$ 95,73 per barel.

Presiden AS Donald Trump berusaha meredam kenaikan harga minyak, dengan mengatakan bahwa AS, sebagai produsen minyak terbesar di dunia, akan diuntungkan dari harga minyak yang lebih tinggi, sambil menekankan bahwa prioritasnya adalah mencegah Iran memperoleh senjata nuklir.

Wall Street Ambruk: Harga Minyak Dekati US$ 100, Inflasi Mengancam!

Semalam di AS, Wall Street mencatat penutupan terendah untuk tahun 2026, dengan indeks Dow Jones Industrial Average turun hampir 740 poin untuk menetap di bawah 47.000 untuk pertama kalinya tahun ini.

Indeks S&P 500 turun 1,5% untuk mengakhiri sesi pada 6.672,62, dan indeks Nasdaq Composite anjlok 1,8% untuk ditutup pada 22.311,98.

Kontrak berjangka yang terkait dengan Dow 30 saham turun tipis 0,03%. Kontrak berjangka S&P 500 naik 0,21%, sementara kontrak berjangka Nasdaq 100 bertambah 0,12%.

Investor menunggu data inflasi AS yang penting. Para ekonom yang disurvei Reuters memperkirakan indeks harga PCE, yang akan dirilis pada hari Jumat, telah naik 2,9% pada bulan Januari, dan indeks PCE inti diperkirakan telah meningkat menjadi 3,1%.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *