
Tiga petugas SPBU menjadi korban penganiayaan setelah menolak pengisian BBM jenis Pertalite yang tidak sesuai dengan data barcode subsidi. Peristiwa itu terjadi pada Minggu malam sekitar pukul 22.22 WIB.
Pengawas SPBU, Hendra, menjelaskan kejadian bermula saat sebuah mobil datang untuk mengisi Pertalite. Sesuai prosedur, kendaraan subsidi seperti Pertalite dan Bio Solar wajib menunjukkan barcode yang terdaftar.
“Ketika di-scan barcode subsidinya, memang pelat nomornya sesuai. Tapi foto kendaraan di data barcode itu berbeda dengan mobil yang datang,” ujar Hendra saat ditemui kumparan di lokasi kejadian, Selasa (24/2).
Meski nomor pelat sama, petugas menolak pengisian karena kendaraan tidak sesuai dengan data foto di sistem. Operator SPBU telah berusaha menjelaskan aturan tersebut kepada pelanggan. Namun, pelanggan tersebut tetap bersikeras meminta pengisian BBM.
Karena situasi memanas, operator memanggil pengawas bernama Anam untuk membantu menjelaskan. Namun penjelasan itu tidak diterima. Pelanggan justru diduga melakukan pemukulan.
Total ada tiga korban dalam kejadian tersebut, yakni Anam selaku pengawas, Lukman sebagai operator yang pertama menjelaskan, serta Abud, operator yang sebenarnya sudah selesai shift, namun datang membantu saat melihat keributan.
Ngaku Polisi
Menurut keterangan saksi, pemukulan terjadi lebih dari sekali. Lukman bahkan sempat dikejar berkeliling area SPBU oleh pelaku.
Di dalam mobil tersebut terdapat tiga orang, namun hanya satu orang yang turun dan melakukan pemukulan. Sopir mobil disebut sempat berusaha melerai dan meminta maaf kepada korban, tetapi pelaku tetap emosi.
Dari video yang beredar di media sosial, terduga pelaku menyebut dirinya sebagai oknum aparat.
Polda Metro Jaya Bantah
Kepolisian memastikan pelaku pemukulan 3 orang petugas SPBU Cipinang, Pulogadung, Jakarta Timur, bukan aparat kepolisian.
Hal ini disampaikan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto. Ia menegaskan, status pelaku adalah warga sipil yang berprofesi sebagai wirausaha.
“Pelaku sudah diamankan dan dipastikan bukan anggota Polri. Saat ini yang bersangkutan sedang diproses oleh penyidik Polres Metro Jakarta Timur. Kami memastikan penanganan perkara dilakukan secara profesional dan transparan,” kata Budi dalam keterangannya, Selasa (24/2/).
Budi menjelaskan, hal ini terungkap usai Subbidpaminal Bidpropam Polda Metro Jaya bersama Satreskrim Polres Metro Jakarta Timur dan Unit Reskrim Polsek Pulogadung melakukan penyelidikan dan klarifikasi.
Positif Narkoba
Polres Jakarta Timur melakukan tes urine terhadap pria berinisial JM (31). Hasilnya, pelaku positif menggunakan narkoba.
“Setelah dilakukan tes urine, pelaku dinyatakan positif mengonsumsi narkotika jenis sabu dan ganja,” kata Kapolres Jakarta Timur Kombes Alfian Nurrizal lewat keterangannya, Selasa (24/2).
Alfian menyebut, pelaku saat ini ditahan di Polres Jakarta Timur. Motif pemukulan ini berawal saat pelaku kesal terhadap petugas yang menolak mengisi Pertalite karena mobilnya tak sesuai peruntukan.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya. Percayakan penanganan perkara kepada pihak kepolisian serta bijak dalam menerima dan menyebarluaskan informasi,” tandasnya.



