IHSG berpeluang menguji level 9.000 jangka pendek, analis ingatkan investor selektif

Posted on

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih menyimpan peluang penguatan lanjutan pada perdagangan Selasa (6/1/2026) setelah mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa dengan kenaikan 1,27% ke level 8.859,19 pada perdagangan sebelumnya.

Dalam jangka pendek, IHSG diproyeksikan menguji level psikologis 9.000, seiring berlanjutnya optimisme pasar di awal tahun.

Investment Analyst Edvisor Profina Visindo, Indy Naila, menilai momentum penguatan IHSG masih terjaga.

“Dalam jangka pendek IHSG berpeluang menguji level 9.000. Sementara hingga akhir tahun, potensi penguatan masih terbuka hingga kisaran 9.500-9.800,” ujarnya kepada Kontan, Selasa (6/1/2026).

Penguatan Produk dan Daya Beli Menopang Unilever (UNVR), Cek Rekomendasi Sahamnya

Meski demikian, Indy mengingatkan investor untuk tetap selektif dalam menyikapi pergerakan pasar. Ia menilai saat ini terjadi rotasi sektor, terutama menuju saham-saham konglomerasi. Namun, pemilihan saham tetap perlu didasarkan pada pertimbangan fundamental dan sektoral.

“Strategi yang sebaiknya diterapkan adalah selektif memilih saham. Rotasi sektor memang terlihat, tetapi investor tetap harus mencermati fundamental emiten dan prospek sektornya,” jelas Indy.

Untuk pilihan investasi, Indy merekomendasikan saham-saham berfundamental kuat dengan valuasi yang relatif menarik. Beberapa saham yang dinilai layak dicermati antara lain PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan target jangka panjang Rp 9.800, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dengan target Rp 5.500, serta PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) dengan target Rp 2.400.

IHSG Menguat pada Perdagangan Selasa (6/1) Pagi, NCKL, INCO, MBMA Top Gainers LQ45

Selain itu, saham PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) direkomendasikan dengan target Rp 1.500, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) dengan target Rp 10.000, serta PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) dengan target Rp 1.440.

Dengan prospek IHSG yang masih positif, investor disarankan memanfaatkan momentum awal tahun secara terukur, sambil tetap disiplin dalam manajemen risiko dan pemilihan saham berbasis fundamental.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *