IHSG berpotensi ke 10.000, saham big cap dan konsumer jadi andalan 2026

Posted on

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan berpotensi mencapai level tinggi sepanjang 12 bulan ke depan. Co-Founder PasarDana sekaligus analis pasar modal, Hans Kwee, menilai investor asing mulai mengalihkan fokus ke pasar saham.

“Nah, ini potensi pasar saham. Ini potensi capital inflow di pasar saham. Tapi mungkin bisa outflow di obligasi kita,” ucap Hans ketika Edukasi Wartawan BEI, secara daring, Jumat (23/1).

Menurut Hans, kekhawatiran utama investor asing saat ini adalah pelebaran defisit APBN yang berpotensi mendorong pemerintah menerbitkan lebih banyak obligasi. Kondisi tersebut akan berdampak langsung pada pergerakan yield.

Hans menjelaskan, yield obligasi RI sebelumnya berada di level yang relatif rendah sehingga berpeluang mengalami penyesuaian ke atas.

IHSG Tembus 10.000

Hans menyebut tekanan terhadap kinerja emiten terjadi pada 2025, tetapi situasi berpotensi membaik pada 2026 seiring pemulihan daya beli masyarakat.

“Situasi pasar saham akan sangat tinggi di 2026, karena isu-isu yang tadi saya sebutkan,” tutur Hans.

Dalam proyeksinya, Hans memperkirakan arah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik ke 10.000 meski disertai fluktuasi tajam ke 7.500.

“Arah IHSG itu menuju 10 ribu, biarpun dengan bear case itu ke 7500 dalam 12 bulan ke depan. Tapi arahnya naik dengan volatilitas yang sangat tinggi,” tuturnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *