
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih bergerak terbatas dan cenderung melemah pada awal pekan depan. Sentimen global dan domestik masih menjadi faktor utama yang mempengaruhi pergerakan pasar.
Analis Teknikal BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda mengatakan IHSG berpotensi bergerak melemah setelah sebelumnya mengalami breakdown dari area support penting di level 7.250.
“Pergerakan indeks berpeluang menuju area support berikutnya di kisaran 7.000-7.100,” ujar Reza kepada Kontan, Jumat (13/3/2026).
Menurutnya, sentimen pasar saat ini masih didominasi oleh sikap wait and see investor menjelang libur panjang Nyepi dan Lebaran. Selain itu, pelaku pasar juga mencermati perkembangan konflik geopolitik di Timur Tengah.
Anak Usaha TOWR Perpanjang Tenor Pinjaman Rp 500 Miliar dari Bank QNB
Reza menambahkan kenaikan harga minyak dunia juga menimbulkan kekhawatiran pasar terhadap dampaknya terhadap kondisi fiskal domestik.
Dalam kondisi pasar yang masih diliputi ketidakpastian, ia menyarankan investor untuk bersikap lebih selektif dan defensif.
“Strategi yang dapat dipertimbangkan adalah menunggu konfirmasi stabilisasi IHSG, terutama di area support kuat pada kisaran 7.000-7.100, sebelum melakukan akumulasi secara bertahap,” jelasnya.
Laba Adaro Andalan (AADI) di 2025 Turun 36%, Tapi Analis Kerek Laba Tiga Tahun Depan
Ia menilai sektor komoditas berpotensi relatif lebih kuat dibanding sektor lainnya, khususnya sektor yang terkait energi dan bahan baku seperti minyak bumi, batubara, dan minyak sawit mentah (CPO).
Hal ini seiring kenaikan harga komoditas global yang dipicu gangguan pasokan energi akibat konflik geopolitik.
Namun demikian, sektor yang lebih sensitif terhadap tekanan makroekonomi dan arus modal asing berpotensi mengalami volatilitas yang lebih tinggi.
Secara teknikal, Reza melihat struktur jangka pendek IHSG masih berada dalam tren bearish setelah mengalami breakdown dari area support sebelumnya.
Untuk pekan depan, ia memperkirakan level support IHSG berada di kisaran 7.000-7.100 dengan resistance terdekat di area 7.300-7.400.
Penjualan SR024 Baru 30% dari Target, Ini Faktor yang Menahan Minat Investor
Sementara itu, Head of Research MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan perdagangan pada awal pekan depan relatif terbatas karena hanya berlangsung dua hari sebelum memasuki periode libur panjang.
“Untuk hari Senin, kami memperkirakan pergerakan IHSG masih rawan koreksi dengan support di 7.071 dan resistance di 7.248,” ujarnya.
Menurut Herditya, investor masih akan mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah serta sentimen dari periode libur panjang Nyepi dan Lebaran.
Untuk perdagangan Senin (16/3/2026), Herditya merekomendasikan beberapa saham yang dapat dicermati investor, antara lain PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) pada kisaran Rp 2.030-Rp 2.130, PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) pada kisaran Rp 1.465-Rp 1.575, serta PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) pada kisaran Rp1.800-Rp 1.855.



