
caristyle.co.id JAKARTA. Sistem perdagangan di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) membekukan sementara alias trading halt di sekitar pukul 09.26 waktu Jakarta Automated Trading System (JATS).
Ini merupakan imbas pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang anjlok hingga 8% ke level 7.654,66 atau turun 666,90 poin pada intraday perdagangan Kamis (29/1/2026).
Terpantau, hanya ada 34 saham yang berhasil menguat. Sebanyak 694 saham turun dan 230 saham stagnan Nilai transaksi di pasar saham Tanah Air ini mencapai Rp 10,78 triliun dengan market cap mencapai Rp 13.820 triliun.
Ini merupakan trading halt kedua yang terjadi dalam sepekan terakhir.
IHSG Ambruk 8% ke 7.654 pada Pukul 09.26 WIB, Kamis (29/1)
Di mana, trading halt pertama terjadi pada Rabu (28/1/2026) terjadi trading halt pukul 13:43:13 waktu Jakarta Automated Trading System (JATS) pasca pengumuman MSCI.
Seperti diketahui, MSCI mengumumkan untuk menerapkan perlakuan sementara terhadap pasar Indonesia dengan membekukan sejumlah perubahan dalam evaluasi indeks, efektif mulai rebalancing Februari 2026.
MSCI akan membekukan seluruh kenaikan Foreign Inclusion Factor (FIF) dan Number of Shares (NOS), serta tidak mengimplementasikan penambahan saham baru ke dalam MSCI Investable Market Indexes (IMI).
Selain itu, MSCI juga meniadakan kenaikan segmen ukuran indeks, termasuk migrasi saham dari Small Cap ke Standard. Hal ini diterapkan untuk memitigasi risiko turnover indeks dan risiko investabilitas.
“Sekaligus memberikan waktu bagi otoritas pasar terkait untuk menghadirkan peningkatan transparansi yang lebih bermakna,” tulis pengumuman MSCI yang dirilis pada Selasa (27/1/2026) malam.



