
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (Gus Ipul) melaksanakan pertemuan tertutup bersama Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti di Kantor Kementerian Sosial pada Selasa (10/2).
Pertemuan ini dikhususkan untuk membahas upaya pemutakhiran data BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI) khususnya untuk penerima yang memiliki penyakit katastropik.
Diketahui bahwa sebanyak 11 juta penerima BPJS PBI mengalami penonaktifan. 106.153 orang di antaranya adalah penerima yang memiliki penyakit katastropik.
Menyikapi hal ini, Kementerian Sosial (Kemensos) bersama BPS akan melakukan pengecekan lapangan terhadap 106.153 orang. Menurut Gus Ipul, upaya ini bertujuan agar tercapainya validasi data.
“Jadi saya dan Ibu Kepala BPS menindaklanjuti hasil pertemuan di DPR untuk melakukan ground check pada 106 ribu penerima bantuan iuran jaminan kesehatan yang dinonaktifkan. Khususnya pada yang memiliki penyakit katastropik di mana memerlukan perawatan keberlanjutan dan diharapkan ini nanti juga sekaligus merupakan dari proses untuk melakukan verifikasi dan validasi data,” kata Gus Ipul.
Pengecekan ini, kata Kepala BPS Amalia, akan dilaksanakan pada sepanjang bulan Maret. Sementara pada bulan Februari akan diadakan pelatihan bagi para petugas pengecekan lapangan sebab melibatkan aparatur-aparatur di daerah.
“Kami menyepakati bahwa ground check akan dilakukan pada awal Maret, di minggu pertama dan minggu kedua Maret. Kemudian nanti ada libur Lebaran dan kira-kira akhir Maret ini akan selesai dilakukan. Jadi akhir Maret itu pengecekan anomali dan pengolahan data akan kita selesai laksanakan,” ujar Amalia.

“Di bulan Februari ini kami akan melakukan perencanaan, pelatihan petugas, kemudian koordinasi dengan daerah, terutama BPS daerah, dan tadi juga Pak Mensos menyampaikan bahwa untuk proses ground check lapangan akan dibantu juga oleh pendamping PKH (Program Keluarga Harapan), dicampur dengan petugas mitra statistik dan juga pegawai BPS daerah,” tambahnya.
Seiring dengan menunggu hasil pengecekan lapangan yang akan dilakukan, Gus Ipul menerangkan bahwa BPJS PBI bagi 106.153 penerima telah direaktivasi otomatis. Status aktivasi ini akan diperbarui setelah diketahui kondisi ekonomi dari para penerima.
“Jadi yang 106 ribu lebih itu sudah direaktivasi per hari ini ya, dan selama tiga bulan ke depan. Nanti hasilnya kita lihat apakah memenuhi syarat ya,” kata Gus Ipul.
Gus Ipul menambahkan syarat tersebut akan mengacu pada status Desil dari para penerima. Bila diketahui terdapat penerima yang berada di Desil 6-10, maka akan disarankan mendapatkan BPJS Mandiri.
“Bagi yang memenuhi syarat ya tentu akan tetap mendapatkan bantuan, tapi yang tidak memenuhi syarat kita sarankan nanti untuk menjadi peserta mandiri. Untuk itulah ground check ini memastikan apakah para penerima manfaat ini berada di desil 1 sampai 5 atau di atasnya, desil 6 sampai 10,” ujar Gus Ipul.



