Kesaksian orang pertama yang menemukan Lula Lahfah meninggal: Sempat dengar teriakan kesakitan

Posted on

Ringkasan Berita:

  • Lula Lahfah ditemukan meninggal di kamar apartemennya setelah ART mendengar erangan kesakitan pada dini hari dan tak mendapat respons hingga pagi.
  • Keluarga mengungkap Lula memiliki riwayat GERD akut dan pembengkakan usus, serta sempat direncanakan menjalani tindakan medis lanjutan.
  • Polisi menemukan Lula terbaring di kasur bersama obat-obatan dan surat rawat jalan, sementara penyebab kematian masih diselidiki.

caristyle.co.id – Fakta baru kembali terungkap dalam kasus meninggalnya selebgram Lula Lahfah, kali ini datang dari kesaksian orang pertama yang menemukan korban dalam kondisi tak bernyawa.

Saksi mengaku sempat mendengar teriakan kesakitan dari arah kamar sebelum akhirnya menemukan Lula tergeletak dengan kondisi yang membuat syok.

Kesaksian ini menambah rangkaian misteri di balik kematian Lula Lahfah, sekaligus menjadi bagian penting dalam penyelidikan yang masih didalami pihak kepolisian.

Lula Lahfah ditemukan meninggal dunia di kamar apartemen

Terungkap kondisi Lula Lahfah sebelum ditemukan meninggal dunia di kamar apartemen pada Jumat (23/1/2026). Ia sempat takut dan mengerang kesakitan.

Kondisi kesehatan diduga menjadi penyebab Lula meninggal dunia.

Ia ditemukan meninggal dunia dalam kamar lantai 25 Apartemen Essence Dharmawangsa, Jalan Dharmawangsa, Cipete Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pukul 18.44 WIB, Jumat (23/1/2026).

Ayah Lula, Muhammad Feroz mengatakan bahwa kepergian sang anak sebagai takdir Allah.

“Gimana yah, emang udah takdir Allah, Allah lebih sayang dia,” katanya.

Feroz juga melihat hubungan Lula dengan teman-teman sangat baik.

“Lihat dia sama temannya juga baik, dekat, baik,” katanya.

Sebelum ditinggalkan, Feroz sama sekali tidak memiliki firasat apapun.

Namun ia mengatakan bahwa Lula sempat dirawat di rumah sakit saat awal tahun.

“Kalau firasat sih gak, cuman kan kita semua tau waktu tahun baru dia sempat masuk rumah sakit beberapa hari,” katanya.

Kata Feroz, Lula Lahfah menderita GERD akut yang sering kali kambuh.

“Dia punya GERD yang sering kambuh, ada pembengkakan di usus,” katanya.

Sakit inilah yang sering kali dikeluhkan Lula ke teman.

“Itu yang sering dia keluhkan. Dia ngeluhnya sama teman-teman terdekat dia. Dia bilang sakit banget di perut bagian kiri,” kata Feroz.

Sahabat Lula, Keanu Gl mengatakan sebenarnya Lula harus menjalani operasi.

“Abis dirawat tuh dia pulang, terus dia harus masih operasi lagi sebenarnya,” kata Keanu.

Malam sebelum ditemukan meninggal, Lula bercerita bahwa dia harus menjalani sejumlah tindakan medis lanjutan.

“Terus mau diperiksa tuh, dia bilang ke saya malamnya jam 10 malam, malam sebelum meninggal tuh dia ada pembengkakan usus, mau dimasukin kamera,” katanya.

Ketika bercerita, kata Keanu, Lula merasa takut menjalani proses itu.

“Saya bilang tenang aja gak usah takut. Dia takut. Saya bilang, udah dzikir aja. Tapi ternyata besoknya udah gak ada,” katanya.

Kesaksian orang pertama yang menemukan Lula meninggal

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengungkap kesaksian orang pertama yang menemukan Lula meninggal.

Dia adalah Asiah, asisten rumah tangga (ART).

Pada Kamis (22/1/2026), Lula sampai di apartemen pukul 22.00 WIB.

Saat itu ia langsung masuk kamar.

“Dia pulang malam, sekitar jam 10 malam masuk kamar,” katanya.

Sekitar pukul 02.00 WIB, Asiah mengaku mendengar Lula Lahfah mengerang kesakitan.

“ART mendengar dia kayak kesakitan,” katanya.

Lalu pukul 09.00 WIB, Jumat (23/1/2026), Asiah mengetuk kamar Lula, tapi tidak ada jawaban.

Asiah berusaha memanggul sampai satu jam.

Setelah tidak ada respon, Asiah berinisiatif meminta bantuan manajemen apartemen untuk membuka kamar Lula yang terkunci dari dalam.

“Sore akhirnya lapor ke sekuriti lagi minta ada keluarga atau orang dekat yang bisa menjamin supaya teknisi mendobrak pintu kamar karena kamar terkunci dari dalam,” katanya.

Benar saja, ketika dibuka Asiah mendapati Lula terbaring di atas kasur dengan kondisi mulut terbuka dan bibir membiru.

“Ditemukan dalam posisi tidur telentang berselimut dengan menggunakan kaus putih dan celana pendek hitam,” kata Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Murodih.

Menurutnya di lokasi yang sama juga ditemukan obat-obatan dan surat rawat jalan dari Rumah Sakit Pondok Indah.

“Ditemukan obat-obatan serta surat rawat jalan,” katanya.

(TribunNewsmaker.com/TribunnewsBogor.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *