
bali.jpnn.com, DENPASAR – Klasemen Super League 2025-2026 bergerak dinamis setelah dua pertandingan bergulir pada laga pekan ke-17, kemarin (12/1).
Papan bawah klasemen Super League memanas setelah empat tim saling sikut agar tidak terdampar di zona degradasi.
PSBS Biak menantang Bhayangkara FC di Stadion Maguwoharjo, Sleman, sementara Persijap melawan Dewa United di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara.
Di Stadion Gelora Bumi Kartini, Persijap tak kunjung bangkit setelah menelan kekalahan saat menantang tim bertabur bintang Dewa United dengan skor telak 0 – 3.
Dewa United yang unggul segalanya mencetak gol cepat melalui Alexis Messidoro menit ke-9.
Alex Martins dan Stefano Lilipaly menambah keunggulan Dewa United pada menit ke-40 dan 50.
Kemenangan ini mengatrol peringkat Dewa United yang terdampar di papan bawah ke tengah.
Skuad Banten Warriors kini berada di peringkat ke-11 dengan 20 poin, hasil dari enam kali menang, dua kali seri dan sembilan kali kalah.
Persijap yang telah berbenah dengan mengganti staf kepelatihan masih terdampar di zona degradasi, menempati peringkat terakhir klasemen di posisi ke-18 dengan sembilan poin, hasil dari dua kali menang, tiga kali seri dan 12 kali kalah.
Di Stadion Maguwoharjo, Sleman, kejutan terjadi setelah PSBS Biak secara mengejutkan menghajar Bhayangkara FC dengan skor 4 – 1.
PSBS Biak unggul empat gol tanpa balas sejak babak pertama melalui Sandro Anibal menit ke-25, Mochine Hassan Nader menit ke-37, Ruyeri Blanco menit ke-45 dan Luquinhas Luquinhas menit ke-48+8.
Bhayangkara FC baru mampu membalas pada babak kedua melalui striker IIija Spasojevic menit ke-88.
Kekalahan ini membuat langkah Bhayangkara FC menembus papan atas klasemen Super League tersendat.
Klub milik Polri itu tertahan di peringkat kesembilan dengan 22 poin, hasil dari enam kali menang, empat kali seri dan tujuh kali kalah.
PSBS Biak masih bertahan di papan bawah, berada di posisi ke-15 dengan 16 poin, hasil dari empat kali menang, empat kali seri dan sembilan kali kalah.
Di luar Persijap, zona degradasi ditempati Semen Padang dan Persis Solo yang sama-sama baru mengoleksi 10 poin.
Semen Padang di peringkat ke-17 lantaran baru meraih tiga kemenangan, sekali seri dan 13 kali kalah.
Persis Solo masih lebih baik di posisi ke-16, meski baru meraih dua kemenangan, empat kali seri dan 11 kali kalah karena menang selisih gol.
Posisi puncak pada putaran pertama ditempati Persib Bandung dengan 38 poin, hasil dari meraih 12 kemenangan, dua kali imbang dan tiga kali kalah.
Posisi kedua ditempati Borneo FC dengan 37 poin, hasil dari meraih 12 kemenangan, sekali imbang dan empat kali kalah.
Peringkat ketiga klasemen ditempati Persija dengan 35 poin, hasil dari meraih 11 kemenangan, dua kali imbang dan empat kali kalah. (lia/JPNN)



