Konflik Timur Tengah pengaruhi penerbangan umrah, travel andalkan rute direct

Posted on

Ketegangan konflik di kawasan Timur Tengah mulai berdampak pada perjalanan ibadah umrah jemaah asal Indonesia. Sejumlah penerbangan yang menggunakan rute transit di kawasan Teluk mengalami gangguan, sementara penerbangan langsung (direct flight) menuju Arab Saudi masih berjalan normal.

Direktur Utama Khalifah Tour, Rustam Sumarna, mengatakan situasi konflik memang mempengaruhi sebagian penerbangan jemaah umrah karena beberapa maskapai melewati wilayah yang saat ini menjadi area konflik.

“Sebagian penerbangan yang digunakan jemaah umrah Indonesia melewati daerah konflik, bahkan ada yang transit di beberapa bandara yang saat ini menjadi sasaran pertempuran,” ujarnya.

Namun demikian, ia menegaskan perjalanan jemaah dari travel yang dipimpinnya masih berjalan lancar karena menggunakan penerbangan langsung menuju Arab Saudi.

“Kami menggunakan direct flight Garuda dan Saudi Airlines. Alhamdulillah untuk sementara ini tidak terganggu sama sekali. Dua hari lalu kami juga baru memulangkan jemaah dengan normal dan aman tanpa kendala,” kata Rustam.

Ia menambahkan hingga saat ini belum ada penundaan maupun pembatalan keberangkatan jemaah dari travel tersebut. Jadwal keberangkatan bahkan sudah tersusun hingga akhir Maret menjelang musim haji.

“Semua penerbangan yang kami gunakan tidak pernah membatalkan jadwalnya. Sebagian besar menggunakan direct flight sehingga tetap berjalan,” jelasnya.

Meski begitu, pihak travel tetap memberikan informasi secara terbuka kepada para calon jemaah terkait situasi konflik yang sedang berlangsung agar tidak menimbulkan kekhawatiran berlebihan.

“Kami harus menyampaikan informasi secara intens. Kami jelaskan apa adanya, tidak meremehkan situasi tetapi juga tidak melebih-lebihkan agar jemaah tidak menjadi takut,” ujarnya.

Rustam menyebut konflik tersebut tidak terlalu memengaruhi jumlah pendaftar umrah karena pendaftaran untuk periode sebelum haji sudah ditutup. Namun sebagian calon jemaah sempat mempertanyakan keamanan perjalanan.

“Ada yang bertanya dengan kekhawatiran, ada juga yang hanya mengkonfirmasi situasi di sana. Persentasenya kecil dan sebagian yang sempat ingin membatalkan akhirnya tetap berangkat,” katanya.

Hal senada disampaikan Direktur Utama SS Umrah, Hamzah Romzul Qur’ani, yang menyebut konflik di Timur Tengah berdampak cukup besar terutama bagi jemaah yang menggunakan penerbangan transit.

Menurutnya, maskapai seperti Etihad, Emirates, dan Qatar Airways menjadi yang paling terdampak karena basis operasinya berada di kawasan Teluk.

“Ada puluhan ribu jemaah yang sempat stranded di Bandara Jeddah karena tidak bisa pulang ke Indonesia akibat penutupan bandara di beberapa negara transit,” ujarnya.

Meski demikian, penerbangan langsung menuju Arab Saudi masih relatif aman. Ia menyebut jemaah dari travelnya yang menggunakan penerbangan direct flight tetap dapat pulang tanpa kendala.

“Alhamdulillah jemaah terakhir kami baru mendarat hari ini pukul 10 pagi di Bandara Soekarno-Hatta. Perjalanan direct flight berjalan lancar,” katanya.

Ia menjelaskan maskapai yang tetap terbang hanya melakukan penyesuaian jalur penerbangan dengan menghindari wilayah konflik.

“Rutenya tidak berubah, hanya sedikit menjauh dari zona perang dan melambung ke selatan agar tidak terlalu dekat dengan negara-negara Teluk,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Koordinator Wilayah Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (HIMPUH) Jawa Barat, Dodi Sudrajat, menjelaskan jemaah umrah saat ini terbagi dalam dua kategori, yakni yang terdampak dan yang tidak terdampak.

Menurutnya, jemaah yang menggunakan maskapai berbasis di kawasan Teluk seperti Qatar Airways, Emirates, Etihad, Kuwait Airways, dan Sharjah Airlines mengalami gangguan penerbangan.

“Mereka yang menggunakan maskapai dari kawasan Teluk ini ada yang tidak bisa berangkat dan ada juga yang tidak bisa dipulangkan,” ujarnya.

Sebaliknya, jemaah yang menggunakan penerbangan langsung dari Asia Tenggara menuju Arab Saudi masih dapat melaksanakan perjalanan umrah seperti biasa.

“Maskapai seperti Saudi Airlines, Garuda Indonesia, dan Lion Air yang terbang langsung ke Jeddah atau Madinah masih berjalan,” kata Dodi.

Ia menegaskan hingga saat ini pelaksanaan ibadah umrah di Arab Saudi tetap berjalan normal dan kondisi jemaah di kota-kota suci relatif aman.

“Kabar dari perwakilan kami di Makkah, Madinah, dan Jeddah, Alhamdulillah aman dan tidak terganggu,” ujarnya.

Di Kota Bandung, Kepala Kantor Kementerian Haji Kota Bandung, Andy Muhammad Arief, menyebut kondisi jemaah umrah asal daerah tersebut juga masih aman. Bahkan beberapa rombongan masih berangkat menggunakan penerbangan langsung.

“Sebanyak 37 jemaah dari travel Karya Imtaq sudah pulang dengan selamat. Bahkan besok ada 45 jemaah yang akan berangkat dan pada tanggal 16 ada 161 jemaah lagi. Semuanya menggunakan penerbangan Saudi Airlines,” katanya.

Ia menambahkan pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri telah memberikan imbauan agar masyarakat mempertimbangkan penundaan perjalanan apabila eskalasi konflik meningkat.

“Namun secara umum kondisi jemaah umrah Indonesia, khususnya dari Kota Bandung, masih aman dan perjalanan berjalan lancar,” ujar Andy.

Para penyelenggara umrah pun terus melakukan koordinasi dengan maskapai, pemerintah, serta pihak hotel di Arab Saudi guna memastikan keselamatan dan kenyamanan jemaah di tengah situasi geopolitik yang masih memanas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *