KPK: OTT pejabat Bea Cukai terkait dugaan korupsi proses impor

Posted on

KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap pejabat Bea Cukai. Operasi senyap ini terkait kasus dugaan korupsi dalam proses importasi.

“Terkait dengan konstruksi perkaranya, yaitu berkaitan dengan kegiatan importasi yang dilakukan oleh pihak swasta. Yang kemudian KPK menduga adanya dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh para pihak,” kata juru bicara KPK, Budi Prasetyo, kepada wartawan, Rabu (4/2).

Budi mengungkapkan, dalam operasi senyap ini pihaknya menjaring sejumlah pihak. Salah satu di antaranya adalah mantan Direktur Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai, Rizal.

Namun demikian, Budi belum mengungkap total pihak yang terjaring dalam OTT ini. Beberapa di antaranya sudah ada yang dibawa ke Gedung Merah Putih KPK untuk menjalani pemeriksaan.

“Beberapa pihak sudah tiba di K4 dan sudah dilakukan pemeriksaan secara intensif. Beberapa pihak lain masih dalam perjalanan untuk dibawa ke Gedung Merah Putih KPK,” ucapnya.

Selain mengamankan orang, KPK juga menyita sejumlah barang bukti, yakni uang senilai miliaran Rupiah dan logam mulai 3 kilogram.

KPK memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status dari para pihak yang diamankan tersebut. Rizal belum berkomentar mengenai OTT ini.

Kata Purbaya

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa Purbaya menyebut akan menghormati proses hukum yang berjalan.

“Ya biar saja kita lihat apa hasilnya OTT itu. Kalau memang orang Pajak dan Bea Cukai ada yang masalah, ya ditindak secara hukum sesuai dengan peraturan undang-undang yang berada,” kata Purbaya saat ditemui di kompleks parlemen.

Kendati tidak akan mengintervensi proses hukum, kata Purbaya, Kementerian Keuangan tetap akan melakukan pendampingan hukum terhadap anak buahnya tersebut.

“Saya tidak akan melepaskan anak buah saya sendirian begitu aja, kan ada pendampingan. Akan ada pendampingan hukum dari Departemen Keuangan, tapi tidak dalam bentuk intervensi hukum,” ungkapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *