Longsor TPST Bantargebang: 5 orang luka, Pemprov DKI tanggung biaya pengobatan

Posted on

Longsor gunungan sampah di Zona 4A TPST Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat, menyebabkan empat orang meninggal dunia dan lima orang luka-luka. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, mengatakan Pemprov DKI Jakarta akan menanggung seluruh biaya pengobatan para korban.

“Biaya pengobatan bagi yang luka-luka sepenuhnya ditanggung oleh Pemerintah DKI Jakarta,” kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (9/3).

Pramono menyebutkan lima korban luka-luka sempat dibawa ke rumah sakit. Namun kini sudah kembali ke rumah masing-masing.

“Jadi korban yang luka lima orang semuanya sudah kembali ke rumah masing-masing. Memang kemarin ada yang dirawat di rumah sakit,” ujarnya.

Santunan Untuk Korban Tewas

Selain itu, Pramono juga memastikan korban meninggal dunia akan mendapatkan santunan.

“Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan korban yang meninggal dari PJLP Dinas Lingkungan Hidup akan mendapatkan santunan BPJS Ketenagakerjaan,” tutur Pramono.

Pramono turut berduka cita atas insiden tersebut. Ia bilang Zona 4A akan ditutup sementara.

“Sebagai langkah mitigasi, layanan di Zona 4A ditutup sementara. Pengiriman sampah ke TPST Bantargebang diminimalkan operasionalnya, dialihkan ke zona tiga serta disiapkan dua titik baru sambil dilakukan perapian,” ujarnya.

Penyebab Longsor

Pramono mengungkap penyebab longsor yang terjadi pada Minggu (8/3) tersebut. Menurutnya hujan ekstrem yang terjadi pada hari itu menjadi salah satu penyebabnya.

“Peristiwa longsor tersebut diduga dipicu oleh hujan ekstrem pada hari Minggu yang menyebabkan jalan operasional dan Sungai Ciketing sepanjang 40 meter tertutup sampah,” kata Pram.

Ia menyebut, curah hujan pada hari kejadian mencapai 264 milimeter per hari, yang tergolong sangat tinggi untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya. Sehingga membuat tumpukan sampah yang sudah tinggi menjadi tidak stabil hingga akhirnya longsor.

“Karena hujan yang lama masuk ke dalam sampah menyebabkan sliding atau licin kemudian longsor ke bawah,” ujarnya.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta langsung mengaktifkan operasi tanggap darurat untuk menangani dampak longsor sekaligus memastikan keselamatan petugas di lapangan.

Operasi tersebut melibatkan tim gabungan lintas instansi, mulai dari Basarnas, Polda Metro Jaya, TNI, BPBD DKI Jakarta dan Kota Bekasi, Damkar, hingga aparat wilayah setempat.

Dalam proses evakuasi, petugas mengerahkan 19 unit ekskavator serta 7 ambulans untuk mempercepat pencarian korban dan penanganan di lokasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *