
Menteri Pertahanan Iran Aziz Nasirzadeh tewas usai serangan Amerika Serikat dan Israel yang terjadi pada Sabtu (28/2).
Serangan tersebut juga menewaskan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Iran, Abdul Rahim Mousavi, seperti diberitakan Al-Jazeera, Minggu (1/3).
Informasi itu disampaikan kantor berita resmi Iran, IRNA, yang menyebut kedua pejabat militer tinggi tersebut tewas dalam serangan yang dilancarkan di Iran.
Selain Menhan dan KSAD, Iran juga telah mengonfirmasi tewasnya Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, penasihat keamanannya Ali Shamkhani, serta Panglima Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Mohammad Pakpour.
Dilansir Al Jazeera, Ahmad Vahidi telah ditunjuk sebagai Panglima IRGC menggantikan Mohammad Pakpour.
IRNA menyatakan masih ada sejumlah komandan angkatan bersenjata lain yang turut tewas dalam serangan tersebut. Nama-nama korban tambahan akan diumumkan kemudian.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyebut kematian Khamenei usai serangan udara gabungan AS dan Israel, Sabtu (28/2), tidak akan menghentikan serangan lanjutan.
Dikutip dari Reuters, Trump menegaskan operasi militer akan terus berlanjut demi mencapai “perdamaian di Timur Tengah dan dunia.” Serangan yang oleh dinamai Operation Epic Fury itu, kata Trump, menyasar fasilitas rudal dan kekuatan angkatan laut Iran.
Ia menyebut kematian Khamenei sebagai bentuk keadilan, bukan hanya bagi rakyat Iran, tetapi juga bagi warga AS dan negara lain yang terdampak oleh kebijakan Khamenei selama ini.
“Ini bukan hanya keadilan bagi rakyat Iran, tetapi bagi semua warga Amerika yang hebat, dan orang-orang dari banyak negara di seluruh dunia, yang telah dibunuh atau dilukai oleh Khamenei dan gerombolan preman haus darahnya,” tulis Trump.



