
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk (MKNT) mendapat pinjaman tanpa bunga dari PT Mantra Capital Persadan (MCP) dan PT Headwell Bintang Energi Hijau (HBEH). Total nilai pinjaman yang diberikan mencapai Rp 822.925.100.000 atau Rp 822,92 miliar.
Berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan pada Rabu (7/1/2026), Corporate Secretary MKNT Ahmad Supandi mengatakan MKNT mendapatkan fasilitas pinjaman sebesar Rp 154,92 miliar dari MCP serta pinjaman senilai Rp 688 miliar dari HBEH.
Kedua fasilitas pinjaman tersebut memiliki tenor selama enam bulan hingga 30 Juni 2026 dan dapat diperpanjang berdasarkan kesepakatan para pihak. Yang lebih menarik, pinjaman ini diberikan tanpa dikenakan bunga.
Danantara Alihkan Saham BUMN Karya, Ini Tujuannya
Secara rinci, total pinjaman ini akan disalurkan untuk dua kepentingan utama. Pertama, MKNT akan mengakusisi 99,99% saham PT Radja Udang Malingping (RUM) senilai Rp 154,93 miliar berdasarkan perjanjian pengikatan jual beli yang ditandatangani antara MKNT selaku pembeli dengan PT Mazon Bumi Mining. RUM merupakan sebuah perusahaan berdasarkan hukum negara Republik Indonesia yang bergerak di bidang budidaya udang.
Kedua, MKNT juga akan mencaplok 99,99% saham PT Citra Baru Steel (CBS) senilai Rp 688 miliar berdasarkan perjanjian pengikatan jual beli yang ditandatangani antara MKNT selaku pembeli dengan Headwell Investment Limited, sebuah perusahaan asal Hongkong.
CBS sendiri merupakan sebuah perusahaan berdasarkan hukum negara Republik Indonesla yang bergerak di bidang manufaktur baja yang digunakan untuk infrastruktur.
“Akuisisi RUM dan Akuisisi CBS akan merupakan langkah strategis yang dilaksanakan oleh MKNT untuk mempertahankan kesinambungan usaha di masa mendatang,” kata Ahmad di keterbukaan informasi, Rabu (7/1/2026).
Akuisisi RUM dan Akuisisi CBS masih belum efektif (conditional) dan tunduk pada terpenuhi syarat pendahuluan sebagaimana diatur dalam perjanjian pengikatan jual beli terkait.
Untuk tambahan informasi, saham MKNT saat ini berada di level Rp 1 per saham dan telah disuspensi sejak 11 Juli 2024.
Unilever (UNVR) Melepas Bisnis Teh Sariwangi Rp 1,5 Triliun
Bursa Efek Indonesia (BEI) juga memberikan empat notasi khusus kepada emiten ini, yakni notasi E seiring laporan keuangan yang mencerminkan ekuitas negatif, notasi L karena keterlambatan penyampaian laporan keuangan, notasi Y akibat belum diselenggarakannya RUPS tahunan, serta notasi X yang menandakan saham MKNT masuk dalam kategori efek bersifat ekuitas dalam pemantauan khusus.



