Pabrik ATR di Prancis buka suara soal pesawat hilang kontak di Maros

Posted on

Pabrik pesawat ATR di Toulouse, Prancis, buka suara soal insiden hilang kontak pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport. Pesawat yang mengangkut tujuh kru dan tiga penumpang itu hilang kontak di Maros, Sulsel, saat penerbangan Yogyakarta-Makassar, Sabtu (17/1) siang.

“ATR telah menerima informasi bahwa sebuah kecelakaan terjadi di Indonesia yang melibatkan ATR 42-500. Pikiran pertama kami tertuju kepada semua individu yang terkena dampak kecelakaan tersebut,” demikian keterangan pers ATR, Sabtu (17/1).

ATR siap bekerja sama dengan otoritas Indonesia untuk mengungkap penyebab insiden tersebut.

“Para spesialis ATR sepenuhnya terlibat untuk mendukung investigasi yang dipimpin oleh otoritas Indonesia dan operator,” tuturnya.

Pesawat dengan kode ekor PK-THT itu tercatat melakukan dua penerbangan sebelum hilang kontak di Maros.

Berdasarkan situs FlightRadar24, tercatat pesawat lepas landas dari Bandara Husein Sastranegara Bandung menuju Bandara Ahmad Yani Semarang pada Jumat (16/1).

Pada hari yang sama, pesawat itu kemudian kembali terbang dari Bandara Ahmad Yani Semarang menuju Bandara Adisucipto Yogyakarta.

Kemudian, hari ini, pesawat melakukan penerbangan dari Bandara Adisucipto Yogyakarta menuju Bandara Sultan Hasanuddin Makassar. Pesawat akhirnya dilaporkan hilang kontak.

Tiga penumpang di pesawat tersebut merupakan pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Mereka ialah tim air surveillance dari Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP).

KKP dan Indonesia Air Transport telah bekerja sama dalam melakukan misi pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan.

Pencarian pesawat masih terus dilakukan. Belum ada kabar terkait kondisi penumpang maupun kru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *