
caristyle.co.id , JAKARTA — Presiden Federal Reserve Bank of New York John Williams menyatakan suku bunga saat ini berada pada posisi yang tepat untuk menstabilkan pasar tenaga kerja sekaligus mengembalikan inflasi ke target bank sentral sebesar 2%.
Williams mengatakan risiko terhadap mandat ganda The Fed kini berada dalam keseimbangan yang lebih baik setelah Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) memangkas suku bunga sebesar 75 basis poin sepanjang tahun lalu.
“Kebijakan moneter kini berada pada posisi yang tepat untuk mendukung stabilisasi pasar tenaga kerja dan kembalinya inflasi ke sasaran jangka panjang FOMC sebesar 2%,” ujarnya dikutip dari Bloomberg pada Selasa (13/1/2026) dalam forum Council on Foreign Relations di New York.
: Bos The Fed Akui Diancam Pemerintahan Trump Imbas Kebijakan Suku Bunga
Pernyataan Williams sejalan dengan pandangan sejumlah pejabat The Fed lainnya yang menilai bank sentral masih memiliki ruang untuk menunggu data ekonomi terbaru sebelum mempertimbangkan penurunan suku bunga lanjutan.
Dalam proyeksi ekonomi terbaru yang dirilis Desember lalu, para pembuat kebijakan memperkirakan hanya akan ada satu kali pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin pada 2026, berdasarkan estimasi median.
: : Konflik Trump Vs The Fed Hidupkan Lagi Sentimen ‘Sell America’
“Saya memperkirakan tingkat pengangguran akan stabil tahun ini dan kemudian secara bertahap menurun dalam beberapa tahun ke depan,” kata Williams.
Dia menambahkan indikator pasar tenaga kerja saat ini telah kembali ke level pra-pandemi, sejalan dengan proses pendinginan yang gradual.
: : Konflik Trump Vs Powell Kian Panas, Bos The Fed ungkap Ancaman Pidana
“Perlu saya tekankan, ini merupakan proses yang bertahap, tanpa tanda lonjakan tajam pemutusan hubungan kerja atau indikasi kemerosotan yang cepat,” tambahnya
Terkait inflasi, Williams menilai tarif impor yang diberlakukan pemerintahan Presiden Donald Trump akan sebagian besar berdampak satu kali terhadap harga. Inflasi diperkirakan memuncak di kisaran 2,75%–3% pada paruh pertama tahun ini, sebelum turun sedikit di bawah 2,5% untuk keseluruhan tahun. Dia menambahkan, perekonomian AS diproyeksikan tetap tumbuh di atas tren jangka panjang.
Namun demikian, sejumlah pembuat kebijakan masih menyuarakan kekhawatiran atas tekanan harga yang bertahan, mengingat inflasi telah berada di atas target The Fed hampir selama lima tahun.
Dalam keputusan suku bunga Desember lalu, beberapa pejabat menyatakan dukungan terhadap pemangkasan 25 basis poin berada dalam posisi “sangat berimbang” dan mengakui mereka dapat dengan mudah beralih untuk menahan suku bunga, sebagaimana tercermin dalam risalah rapat.
Usai pidatonya, Williams kembali menegaskan independensi The Fed dari intervensi politik telah memberikan “dividen besar” dalam menjaga inflasi tetap terkendali.
Pernyataan tersebut disampaikan sehari setelah Departemen Kehakiman AS melayangkan surat panggilan dewan juri kepada Ketua The Fed Jerome Powell, yang mengancam dakwaan pidana terkait renovasi kantor pusat bank sentral di Washington serta kesaksian Powell di hadapan Kongres mengenai proyek tersebut.
Dalam pernyataan tertulis dan video pada Minggu, Powell menyebut renovasi itu sebagai dalih untuk menyerang bank sentral atas keputusan kebijakan moneternya.
“Ancaman tuntutan pidana merupakan konsekuensi dari Federal Reserve yang menetapkan suku bunga berdasarkan penilaian terbaik kami demi kepentingan publik, bukan mengikuti preferensi presiden,” kata Powell.



